Indonesiaberita.com, JAKARTA – Aceh memiliki otonomi khusus dengan penegakan Syariat Islam  sudah seharusnya menentukan Calon Presiden (Capres) yang bisa membaca Al-Quran. Tuntutan ini semakin kuat disuarakan oleh kalangan masyarakat Aceh mengadakan tes baca Quran kepada Capres 2019.

Tokoh Pemuda Aceh, Mukhlis Naladuana, menyampaikan tes baca Al-Quran ini dilakukan untuk mengakhiri dusta kubu Prabowo kepada masyarakat Aceh.

“Sebagai pemuda Aceh mendukung sepenuhnya diadakan tes baca Al-Quran kepada kedua capres dan disiarkan secara langsung oleh televisi agar tidak ada dusta lagi diantara kita,” ujar Mukhlis.

Muklis Naladuana tokoh pemuda Aceh. Foto : Indonesia Berita

Mukhlis sebagai Koordinator Wilayah Poros Benhil Aceh menyakini Prabowo tidak berani menerima tawaran masyarakat Aceh tersebut. Beredar isu bahwa Prabowo tidak memiliki kemampuan membaca Quran.

“Sebagai relawan Jokowi, kami senang uji baca Al-Quran ini bisa diselenggarakan. Ini ibarat senjata makan tuan biar Prabowo ketar-ketir,” tambahnya.

Menurut Mukhlis, tes baca Al-Quran digagas oleh Ikatan Dai Aceh kepada kedua capres 2019 akan bisa menangkis kampanye hitam berbau SARA. Dia mengatakan agama Islam jangan dijadikan komoditas politik praktis.

“Aceh sebagai tonggak Islam di Indonesia tidak mau Islam dijadikan komoditas politik praktis yang merusak keagungan agama Islam. Maka itu, Prabowo harus berani menerima undangan Ikatan Dai Aceh,” tutup Mukhlis.

Editor : FA