Indonesiaberita.com, PALEMBANG – Kembali Mata Kotaku selenggarakan Bincang Tokoh dengan mengusung tema “Be Inspiration” dengan menghadirkan tokoh inspirasi perempuan sekaligus perempuan yang memiliki hastag #Bikin Keren Palembang, Liza Merliana Sako dan Manusia 1001 Komunitas, Hardi Bubut.

Liza Sako menyampaikan bahwa yang hadir dalam acara ini yaitu rekan- rekan Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Hanura serta Komunitas yang ada di Kota Palembang, diskusi ini membahas komunitas yang ada di kotanya.

“Yang datang pada diskusi malam hari ini banyak dari rekan- rekan komunitas yang ada di Kota Palembang dan dari Caleg Hanura juga, sekaligus kita ngobrol santai nih bersama Manusia 1001 Komunitas, Hardi Bubut yang miliki sebuah kemampuan sangat luar biasa sanggup mesurvive dalam pengembangan komunitas di Kota pempek ini,” ujar Liza Sako di Cafe Musi Mania, Sabtu (29/12) malam.

Wanita ini juga mengaku telah memerintahkan caleg dari partainya untuk merangkul komunitas yang ada di kota tersebut, “Komunitas yang ada dikota ini mereka brilliant sekali, karena memiliki gagasan ide yang bagus untuk majukan Kota Palembang, para komunitas butuh sosok yang bisa mengembangkan komunitas mereka, karena dari adanya diskusi ini kita tahu yang dirasakan para komunitas,” jelas Liza yang juga Ketua DPC Partai Hanura Kota Palembang ini.

Lanjut Liza, masih ada Dinas yang memperhatikan komunitas, walau masih sedikit jumlahnya, ia juga mengajak semua yang hadir pada diskusi itu untuk tidak lupa mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh komunitas dalam memajukan serta memperkenalkan Palembang.

“Kota Palembang masih banyak pekerjaan rumah, kalau komunitas ini dapat membantu dengan ide dan pemikiran, mereka harusnya kita ajak dan rangkul,” tegas Liza.

Komunitas ini bahkan telah mempromosikan Palembang, dengan salah satu contoh komunitas runner, mereka juga mengaku senang mengadakan acara yang bahkan dalam satu tahun sekali mereka adakan event dengan kreativitasnya, “dan kita butuh itu karena dibalik kota yang maju harus ada kreativitas,” sambung Liza.

Peran Komunitas disampaikan Liza begitu penting dan miliki pengaruh dalam kemajuan kota, sebagai contoh Kota Bandung yang komunitasnya banyak membantu dalam memperkenalkan serta mempromosikan kotanya.

“Kalau ada komunitas yang mati suri kita harus cari tahu kenapa dan bagaimana bisa begitu agar tahu solusinya, apakah persoalan dana atau tidak ada basecamp dan berbagai trouble lainnya. Hayuklah rangkul kembali agar mereka berkembang seperti dengan memberikan basecamp ataupun rumah untuk mereka berkumpul menyatukan ide dan gagasan kreativitasnya,” beber Liza.

Sementara itu dari ‘Manusia 1001 Komunitas’, Hardi Bubut menuturkan, bahwa ketika memiliki niat yang tulus maka komunitas dapat maju dan berkembang di Kota Palembang.

“Komunitas di Pulau Jawa terutama di Kota Bandung saat ini malah mendapat gaji untuk operasionalnya, tetapi lain jika dilihat di Palembang, komunitas belum jadi profesi yang menjanjikan,” tutur Hardi dalam kesempatan itu.

Lebih lanjut ia menyampaikan, Saat ini pihaknya sudah mulai bersinergi dengan komunitas lainnya, “karena semakin kesini kita bergabung perbidang, saya jadi ingin membuat pesta komunitas, dengan perhatian dari caleg sangat penting bagi komunitas yang ada di Kota Palembang,” pungkas Hardi Bubut.

Kebijakan legislatif dinilai penting oleh Hardi, karena tanpa adanya pengenalan maka dunia tidak akan tahu adanya komunitas itu, dengan yakin ia mensupport untuk para komunitas agar terus berproses dalam melakukan pergerakan dengan semangat serta komitmen yang konsisten.

Editor : DR