Indonesiaberita.com, TALIABU –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu (Pultab) mulai menyasar pelaku usaha kecil menengah (UKM) sebagai upaya pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disperindakop UKM) telah menghimpun seluruh hasil produksi rumahan dan siap mempromosikan sebagai produk unggulan daerah

Pelaksanaan kegiatan promosi ini mengunakan Gelanggang Olahraga (GOR), Kota Bobong, Taliabu Barat (Talbar), Pultab, Maluku Utara. Minggu (30/12/2018).

Turut hadir para pelaku karya seni, pengusaha dan perempuan sebagai peserta utama dalam pembekalan pengembangan Ekonomi Kreatif

Pada Kesempatan itu, Kepala Dinas Perindagkop, La Haridu Hamuda mengatakan tujuan kegiatan promosi ini adalah sebuah upaya pemerintah dalam mendorong di sektor ekonomi kreatif masyarakat

“Melalui Disperindakop ini merupakan upaya pemerintah dalam membangun dan menggembangkan ekonomi kreatif,” terangnya.

Tentunya, target dalam pengembangan akan terus dilakukan secara konsisten dalam mempromosikan hasil produk UKM ke mayarakat luas

“Kita ketahui bersama Taliabu memilik keungulan dalam sandang dan pangan, olehnya itu perlunya semangat dalam berkarya, dan perlu mendapat mendapat perhatian untuk di tingkatkan,” jelasnya.

Diungkapkannya, hal ini dapat menjadi sangat penting untuk dikembangkan, di era globalisasi, produk lokal dapat dengan mudah bersaing dengan produk lainnnya

“Ekonomi kreatif terus didorong, jika kreatif dapat didorong karena memiliki seni yang tinggi sehingga dapat menyerap tenaga kerja juga dapat meningkatan pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Panitia promosi hasil produksi daerah yang juga sebagai Kapala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Disperindakop, Jayadi, menyampaikan, hasil kreatif para pengrajin yang ada di Taliabu, targetnya produk lokal ini dapat di promosikan hingga di kancah Nasional

“Targetnya pengembangan produk lokal ini dapat dipromosikan di kanca Nasional,” cetusnya.

Jayadi menuturkan untuk sampai ke kanca nasional, ada beberapa hal yang harus di benahi dikarenakan merupakan syarat untuk dapat melaju di taraf nasional.

“Untuk dapat memasarkan produk ke pasar yang lebih luar, diantaranya produk yang dihasilkan harus memiliki label, atau merek sebagai pemilik hak cipta,” tutur Kabid itu

Oleh karena itu menurutnya, selain kegiatan mempromosikan produk daerah, para pelaku juga dibina terkait pengembangan produksi dalam hal ini mendaftarkan hasil kerajinan untuk memiliki merek atau hak cipta

“Peserta diberikan petunjuk bagaimana mendaftarkan merek produk, standar produksi, lebel-lebel, pentingnya diketahui di daftarkan produknya melalui Disperindakop agar mendapat merek legal,” tandas Ketua Panitia itu

Berikut daftar Produk yang di Promosikan

Kerajinan kelompok IKM (Desa Balohang) yakni alat saji prasmanan, kerajinan. Kelompok IKM (Desa Langganu), cincin dan Gelang dari bahan akar bahar dan kulit kura-kura, dan aneka souvenir dari bahan dasar Tempurung dan Kayu. Kerajinan (Desa Ngelle) yakni kain tenun Godo, dan kerajinan (Desa Ufung) yakni Anyaman dari Rotan,

Kelompok IKM Desa Langganu memproduksi cincin dan gelang dsri bahan akar bahar dan kulit kura-kura. Photo : AP/Indonesia Berita
Kerajinan Desa Ufung yakni Anyaman dari Rotan. Photo : AP/Indonesia Berita
Kelompok IKM Desa Langganu memproduksi cincin dan gelang dsri bahan akar bahar dan kulit kura-kura. Photo : AP/Indonesia Berita

 

 

Sedangkan untuk hasil produk rumah Industri daerah terdapat minyak cengkeh, serta aneka kuliner khas Taliabu diantaranya Stick Kelor, Kunyit Halus (Bubuk), Sambal Roa, Rangginang, dan Kue Karas

Hasil produk rumah industri derah, terdapat minyak cengkeh serta aneka kuliner khas Taliabu diantaranya stick Kelor, Kunyit Halus (Bubuk), Sambal Roa, Rangginang dan Kue Karas. Photo : AP/Indonesia Berita

Editor : Yes