Indonesiaberita.com, TALAUD – Setelah gempa bumi berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Tenggara Filipina dan Propinsi Sulawesi Utara pada Sabtu, 29 Desember 2018.

Komando Distrik Militer 1312/Talaud langsung bergerak cepat, dengan menggelar rapat koordinasi dalam rangka penanggulangan bencana alam (Gulben) Gempa Bumi dan Tsunami di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, bertempat di Ruang Data Makodim 1312/Talaud, Sabtu (29/12/2018) kemarin.

Pada tahap siaga darurat antisipasi bencana alam, perlu dilakukan pencegahan-pencegahan yang sifatnya preventif.

Hal ini dikatakan Dandim 1312/Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan, saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana alam Gempa Bumi dan Tsunami bersana seluruh Stakeholder yang ada di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Ini merupakan respon bersama seluruh stakeholder. Kita sudah koordinasikan semua ini dengan Bupati. Langkah ini diambil untuk memberikan quick respon (respon cepat – red) apabila terjadi bencana di Talaud,” ujar Dandim.

Perwira berpangkat dua bunga ini, mengungkapkan dalam sehari saja di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud sudah 6 kali terjadi gempa bumi.

Apalagi beberapa waktu belakangan ini, masyarakat sangat panik dengan berbagai informasi yang beredar bahwa akan terjadinya Tsunami di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Sehingga kami menyarankan agar kita semua menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dengan berbagai informasi yang berkembang di media sosial.

“Dalam pertemuan rapat kita malam ini agar kita membentuk dan menjalin komunikasi dalam menghadapi bencana alam yang kemungkinan terjadi di wilayah Kepulauan Talaud. Seperti menyiapkan sarana prasarana yang berkaitan dengan penanggulangan bencana alam,” ungkap Setiawan

Senada dengannya, Danlanal Melonguane Letkol Mar Augustinus Purba, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini jalur komunikasi khususnya dengan pulau-pulau terluar masih terjalin dengan baik, sehingga kita bisa memonitoring setiap wilayah di Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Dampak dari gempa yang terjadi hari ini memang tidak membawa dampak yang berbahaya bagi masyarakat Talaud, sehingga kita harus mensyukuri itu semua,” ungkap Danlanal.

Ditambahkannya, untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud juga memiliki beberapa gunung berapi yang memang saat ini belum aktif, tetapi masyarakat harus mewaspadai semua itu.

“Masyarakat Talaud saat ini trauma dengan kejadian yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Sehingga masyarakat melihat kejadian dilaut yang berkaitan dengan surutnya air laut langsung memberikan informasi bahwa akan terjadi Tsunami,” pungkas Purba.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud Bonifasius J. Wangkanusa, menuturkan, terkait dengan kesiapan BPBD Talaud dalam penanggulangan bencana alam di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, hingga saat ini masih banyak terkendala dengan sarana prasarana yang belum menunjang.

“Masih banyak sarana dan prasana yang perlu untuk dilengkapi. Khususnya untuk BPBD sendiri, masih banyak perlengkapan-perlengkapan yang perlu di tambah dan tentunya hal ini perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah. Agar ketika bencana datang kita sudah siap semuanya,” tutur Wangkanusa.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Bonifasius mengharapkan adanya pelatihan-pelatihan khusus yang diberikan kepada BPBD Talaud.

“Kami diwilayah Kabupaten Kepulauan Talaud sangat mengharapkan adanya pelatihan Penanggulangan Bencana, agar kita di wilayah Kepulauan Talaud sudah ada tenaga SDM yang siap untuk penanggulangan bencana alam yang bisa saja terjadi di wilayah kita,” harapnya.

Terakhir Bonifasius mengatakan jangan lengah ancaman bencana bisa saja terjadi kapan saja.

“Jangan lengah, ancaman bencana bisa terjadi kapan saja,”tutupnya.

Perlu diketahui juga, alasan mengapa Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana ini perlu dilakukan disetiap wilayah, sebab Wilayah Indonesia itu sangat berpotensi terjadi gempa bumi karena posisinya yang berada di pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Eurasia, Indoaustralia dan Pasifik.

Posisi Indonesia dikenal berada di Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yaitu daerah ‘tapal kuda’ sepanjang 40.000 km yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik.

Dari data yang didapatkan, ada Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api tersebut.

Pada Rakor Gulben kali ini, turut dihadiri Dandim 1312/Talaud Letkol Arm Gregorius Eka Setiawan, Danlanal Melonguane Letkol Mar Augustinus Purba, Kepala Staf Kodim 1312/Talaud Mayor Inf Sigfried W. Panaha, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Karel M. Timpua, Kapolres Kepulauan Talaud yang diwakili Kasat Polair IPTU Jacob Lambunan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud Bonifasius J. Wangkanusa, Ketua Orari Talaud Arfan Rauf, Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Talaud, para Perwira Staf Kodim 1312/Talaud, dan unsur Media (Forum Wartawan Perbatasan).

Editor : YES