Menjadi Referensi Mendunia

Ungkap Perlakuan Bejat Bosnya, Mantan Karyawan BPJS-TK Lakukan Perlawanan

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Wanita berinisial RA (27) yang mengaku telah di perkosa oleh SAB (59), tak lain adalah atasannya sendiri di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK). Pasalnya hal itu terjadi karena korban dibawah intimidasi sejak tahun 2016 yang lalu.

“Setelah lebih dua tahun saya kehilangan kepercayaan akan niat baik manusia, saya hampir putus asa dan beberapa kali mencoba bunuh diri, tapi saat ini melihat anda semua, saya kembali percaya kita tidak pernah sendirian. Selalu ada cahaya, selalu ada teman,” ujarnya dalam testimoni yang diterima redaksi melalui email, Jumat (28/12/2018) lusa kemarin.

RA mulai bekerja sebagai tenaga kerja kontrak sebagai Asisten Ahli Dewan Pengawas (Dewas) BPJS-TK sejak April 2016 sampai dengan November 2018.

Dalam testimoninya tersebut, dia menyampaikan, kenapa hal itu terus terjadi? Hanya ia tidak memiliki jawaban yang pasti, “Atau saya mungkin terlalu bodoh dan penakut untuk melawan,” sambung RA

RA mengaku takut dengan sosok si pemerkosa yang memang tokoh sangat dominan, dihormati dan bahkan ditakuti di lingkungan BPJS-TK, ia takut adanya kekerasan fisik atau menghancurkan hidupnya.

“Saya juga takut kehilangan pekerjaan di BPJS-TK, yang memang merupakan sumber pengasilan saya andalkan,” terang RA

Menurutnya, dia malu untuk menyampaikan hal tersebut kepada keluarga, pacar dan teman-temannya. Ia hanya bisa berdoa agar dapat segera berakhir penderitaannya.

“Saya juga sudah berulang kali menyampaikan kepada pelaku untuk menghentikan kekerasan seks kepada saya, saya juga mengatakan kepada dia bahwa kekerasan itu menyakiti fisik dan kejiwaan saya, bahkan ia berulang kali mengatakan cintanya kepada saya, namun saya katakan kepadanya bahwa saya tidak mencintainya,” ungkap RA lagi.

Baca Juga : Oknum Pejabat BPJS-TK Diduga Gagahi Bawahannya

Pada Juli 2018 terakhir kali berhasil melakukan pemaksaan hubungan seks kepadanya, namun sejak itu juga korban berjanji tidak akan pernah lagi membiarkan atasannya menidurinya kembali.

Selain itu, korban juga disudutkan di tempatnya bekerja, mungkin kata RA, karena rekan sekantornya adalah kerabat dan saudara. Sejak itu juga ia akan menghakhiri hidupnya, namun seorang rekan kerjanya menyelamatkan percobaan bunuh diri RA.

“Pada 26 Nopember saya membaca postingan instagram dosen saya, yang mengatakan pemerkosaan terjadi karena korban lemah, karena itu korban pemerkosaan harus kuat, sejak itu saya terinspirasi dengan kalimat singkat tersebut,” kata RA

Karena itu juga korban mulai berani melawan. Dengan didampingi oleh temannya, korban menemui dosennya yang bernama Ade Armando, untuk menceritakan kejadian yang menimpanya.

“Kebetulan pak Ade Armando sedang membawakan mata kuliah budaya Patriarki dan pemerkosaan terhadap perempuan,” kata RA, “Pak Ade juga berjanji akan mendampingi saya untuk melawan kejahatan seks tersebut,” lanjutnya lagi.

Korban juga menyampaikan, telah membuat surat laporan kepada Dewan Jaminan Sosial Negara (DJSN), dan juga mengirimkan surat kepada presiden.

“Saya juga membuat pengakuan ini dengan penuh kejujuran, saya berani bertanggungjawab apa yang saya sampaikan. Saya juga tidak ingin menghacurkan reputasi BPJS-TK,” tegas RA

Ia berharap perlawanannya tidak sia-sia, RA yakin bila semua bersama-sama melawan, akan banyak korban terselamatkan.

“Saya berterima kasih kepada semua orang yang percaya kepada saya, dan membantu saya melakukan perlawanan. Saya bertemu dengan BPJS Watch, Serikat Pekerja, teman-teman manajemen BPJS-TK, teman-teman SMRC, dengan penasehat hukum, teman-teman PSI, aktivis-aktivis yang bersedia mendukung dengan sepenuh hati,” beber RA.

Tambah RA menutup testimoninya, “dan kini saya bertemu anda semua, saya sepenuhnya berharap anda semua dapat mendukung perjuangan kami ini. Bukan buat saya, tapi bagi seluruh perempuan yang bisa menjadi korban kejahatan seks di negeri ini,” pungkas wanita malang ini.

Diketahui bahwa Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan, SAB telah mengundurkan diri, namun SAB mengatakan, bahwa pengunduran dirinya bukan karena mengaku bersalah telah melakukan pemerkosaan terhadap RA.

Ia membantah melakukan perbuatan yang tidak terpuji tersebut. Pengunduruan dirinya karena tidak ingin menganggu tugas pokok dan fungsi di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, yang sama sekali tidak ada hubungannya.

SAB menyampaikan dalam konferensi persnya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/12), hal tersebut adalah fitnah yang tidak mendasar, ia juga akan meneruskan masalah itu ke ranah hukum.

Editor : DR

Komentar
Loading...