Indonesiaberita.com, SUKABUMI – Longsor di Kampung Cigarehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/1/2019) kemarin, telah menelan 16 korban jiwa meninggal dunia, 21 orang masih dinyatakan hilang. Namun hingga saat ini proses pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Proses pencarian tersebut dibagi menjadi dua shift, per-shift dibagi menjadi dua tim, untuk satu shift berjumlah 30 personil.

Berdasarkan pantauan Indonesia Berita, selain tim evakuasi gabungan, dua alat berat juga telah diturunkan untuk melakukan pencarian korban, serta anjing pelacak turut dikerahkan Polda Jawa Barat membantu pencarian korban yang kemungkinan masih tertimbun.

Sementara itu ditempat lokasi, menurut salah satu saksi dari Warga Kasepuhan Ciptagelar Ki Sodong mengatakan, ia menolong karena masih satu kasepuhan satu kesatuan, yang berawal dari kiriman foto dari seorang temannya melalui pesat singkat Whatsapp.

“Karena ada kiriman foto dari teman adanya longsor saya langsung ke sana, walaupun saya khawatir adanya longsor susulan,” ujar Ki Sodong, Rabu (2/1/2019).

Lanjutnya, pada saat itu belum ada pihak pemerintah, masih kami warga di sini yang melakukan pertolongan pertama, meski kata Ki Sodong, banyak juga warga yang mundur karena takut longsor susulan.

“Kami menggunakan alat-alat seadanya untuk melakukan pertolongan pertama kepada korban yang tertimbun,” sambungnya, “Sampai sekarang sudah 13 korban ditemukan, dan masih 21 korban dalam pencarian,” ucap Ki Sodong yang menjadi relawan tuk membantu evakuasi korban longsor ini.

Ia juga berpesan adanya pemberitaan yang kurang berimbang dari berbagai media, bahwa seolah-olah hanya pemerintah yang melakukan pertolongan, padahal kata Ki Sodong justru kami yang melakukan pertolongan pertama, “Bukan kami sok berjasa, jadi mohon diberitakan juga kami turut menolong,” terang Ki Sodong kepada reporter Indonesia Berita, Rabu (2/1/2019) siang.

Ki Sodong juga meminta kepada pemerintah agar jangan dibatasi pencarian korban tertibun sampai dengan tanggal 5 Januari, “tapi klo bisa lebih dari tanggal itu, sebab ini keluarga kami bagian dari kasepuhan masih butuh pertolongan” pungkasnya.

Berdasarkan data BNPB, 30 rumah tertimbun, 32 KK, 101 jiwa. Sedangkan 63 korban selamat, 3 luka-luka yang telah dilarikan ke Rumah Sakit terdekat.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi, personil dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali, seperti dikutip dalam laman resmi BNPB.

Penulis : Fitrah

Editor : DR