Indonesiaberita.com, JAKARTA – Dalam keterangan tertulisnya, Ketua Umum Komite Rakyat Nasional-Jokowi, Abdul Havid Permana menyampaikan, bahwa beredar isu dari orang yang tidak bertanggungjawab melalui rekaman suaranya mengatakan ada 7 kontainer di Pelabuhan Tanjung Periok, yang didalamnya berisi kertas suara telah dicoblos oleh nomor urut 1 berjumlah 70juta suara.

“Hal itu menurut saya tidak mendasar, dari mana logikanya sampai jumlah kertas suara sebesar itu, itu rekaman suara sengaja menyesatkan, targetnya hanya membuat gaduh,” kata Havid di Jakarta, Rabu, (2/12/2018).

Menurut Havid, ia melihat seperti unsur kesengajaan, seolah-seolah mau mencitrakan pihak nomor urut satu menjadi buruk dimata masyarakat. Apalagi tambahnya, ini mirip dengan operasi pengalihan isu.

“Oleh karenanya kami meminta kepada aparat penegak hukum, agar segera menangkap pelaku penyebar berita hoax itu,” tegas Havid.

Lebih lanjut ia menambahkan, “jangan-jangan ini pengalihan isu agar mulusnya Bambang Wijayanto sebagai panelis nanti di acara Debat Calon Presiden,” ujarnya. Sebab menurut Havid isu adanya tujuh kontainer dimaksud tiba-tiba rekaman suara beredar begitu cepat dimedia sosial.

Menutup keterangannya, ia menilai hal ini bukanlah hal biasa, melainkan ini bagian dari operasi, artinya kata Havid, ini sangat jelas disengaja. Maka dari itu, ia menghimbau kepada seluruh tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk lebih waspada dengan jebakan betmen, “karena ini persis mirip dengan gaya-gaya hoaxnya Ratna Sarumpet,

Apalagi kata pria aktivis pergerakan ini, media sekelas RMOL jangan jadi corong dan penyebar hoax, ini sama aja pembodohan publik,” pungkas Havid.

Editor : DR