Indonesiaberita.com, JAKARTA – Komunitas Pelaut Senior bersama beberapa orang aktivis Angkatan 1966, pensiunan Pertamina yang bergabung dalam Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe), dan dari elemen relawan Perkumpulan Indonesia Timur yang diundang oleh Poros Benhil, hadir dan berbaur dengan para relawan pendukung Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin di acara Bersih Bersih Pemilu Damai hari Jum’at sore kemarin, 11 Januari 2019 di bundaran Patung Kuda jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat.

Ditengah ribuan orang yang hadir, melalui Juru Bicara komunitas Pelaut Senior, Teddy Syamsuri menyatakan, jika komunitasnya menyambut gembira deklarasi bersih-bersih Pemilu damai yang diadakan oleh Poros Benhil.

“Kami komunitas Pelaut Senior menyambut gembira adanya deklarasi bersih-bersih Pemilu damai yang diadakan oleh Poros Benhil ini. Karena itu yang memang diharapkan oleh rakyat Indonesia yang pada 17 April 2019 nanti akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan yang dilaksanakan melalui pemilihan umum (Pemilu) serentak yang paling unik di dunia”, tutur Ketua Umum Lintasan ’66 dan juga Sekretaris Dewan Pembina Seknas Jokowi DKI Jakarta, Teddy Syamsuri melalui keterangan persnya yang diterima Indonesia Berita, Jumat (11/1/2019) kemarin.

Menurutnya yang hadir dengan sahabat komunitas Pelaut Senior seperti M Amin Nabu, Djoko Saliyono dan Kusnadi (Yus), baik sambutan Kepala Staf Khusus Presiden Jenderal TNI Purn. Moeldoko maupun Ketua bidang Maritim DPP PDI Perjuangan Prof. DR. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS. yang merupakan pembina Poros Benhil, pesannya sudah bisa ditangkap dengan jelas, terang benderang dan tegas.

“Pak Moeldoko yang merasakan tensi politik jelang Pemilu yang tinggal sekitar tiga bulan lagi diwarnai begitu maraknya hoax serta ujaran kebencian yang kian meninggi dan memanas, hanya bisa dihadapi oleh relawan yang menampilkan sikap dengan kesantunan, kearifan dan kebijakan setiap pribadinya, dalam menyikapi tensi politik yang terasa mengarah pada ancaman kekacauan menjadi sejuk, dingin dan menggembirakan. Adalah arahan dan saran mantan Panglima TNI yang patut diikuti demi kohesi persatuan dan kesatuan bangsa ini tetap terjaga, yang terus menerus membumikan Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, ungkap Teddy Syamsuri.

Sementara sambutan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri yang lebih mengulas hasil pembangunan nasional yang dikerjakan oleh pemerintahan Presiden Jokowi secara umum, dalam penilaian Teddy Syamsuri sudah pada jalur yang benar. Khususnya saat fokus membangun infrastruktur dari Sabang sampai Merauke dan dari Morotai hingga ke Pulau Rote, terutama dalam masifnya pembangunan program Tol Laut yang telah dirasakan bisa terkoneksifitas, mendekatkan jarak, mengurangi disparitas, serta menggeliatnya pertumbuhan dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pak Rokhim Dahuri dengan tegas menyatakan jika masih ada orang yang menyatakan pembangunan infrastruktur belum tentu bisa mengerek pembangunan dibidang ekonomi, menurut beliau adalah orang yang gagal paham. Adalah sangat benar menurut penilaian kami dari komunitas Pelaut Senior” imbuh Jubir Pelaut Senior.

Diakui oleh Teddy Syamsuri jika secara individu setiap sahabatnya yang ada di komunitas Pelaut Senior adalah individu pendukung calon presiden (Capres) Jokowi dan calon wakil presiden (Cawapres) Kyai Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019, tidaklah salah.

“Suasana kebatinan kami secara perorangan di komunitas Pelaut Senior tidak bisa ditutupi jika dalam melaksanakan partisipasi politiknya dalam Pilpres 2019 nanti akan memilih pasangan calon (paslon) Jokowi – Ma’ruf Amin. Sebagai suatu konsistensi dan konsekuensi logisnya yang harus berusaha memperjuangkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin”, ujarnya.

Karena pilihan partisipasi politik adalah hak setiap warga negara yang berhak memilih, Jubir Pelaut Senior merasa tidak perlu disembunyikan sebagai bagian hak berdemokrasi yang telah dijamin oleh konstitusi negara di era keterbukaan informasi saat ini.

“Memilih Jokowi untuk satu kali periode lagi menjadi presiden, bukan tanpa alasan. Kami, komunitas Pelaut Senior berpegang pada visi Poros Maritim Dunia yang Jokowi gelorakan dalam Pilpres 2014, perlu ditindaklanjuti dalam visi Trisakti yang menjadi tekad Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.” beber Teddy Syamsuri.

Begitu pula misi Nawacita pertama dalam Pilpres 2014 yang dalam empat tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla berhasil menghadirkan negara membangun dari pinggiran.

“Diharapkan misi Nawacita kedua dalam kepemimpinan Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin nantinya, jika terpilih. Diyakini akan bisa mewujudkan Indonesia maju yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, serta menjadi negara besar yang kelak disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia”, tandasnya.

Terakhir dirinya mengatakan Komunitas Pelaut Senior optimis jika Jokowi dan Ma’ruf Amin terpilih dalam Pilpres nanti, negeri ini menjadi negara adil makmur.

“Kami, komunitas Pelaut Senior, optimis jika Pak Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin terpilih dalam Pilpres nanti, insyaallah negeri ini bisa menjadi negara yang ‘baldatun toyibatun warrobun ghofur’. Negara adil makmur yang diridhoi Allah SWT, Tuhan YME. Aamiin. Itu sebabnya jika ada pilihan yang terbaik, tak perlu bagi kami untuk membuang-buang energi dengan mencari pilihan yang masih perlu dicermati track recordnya”, pungkas Jubir komunitas Pelaut Senior sambil berphoto bersama dengan Prof. DR. Ir. H. Rokhmin Dahuri, MS. usai mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut secara seremonial melakukan acara bersih-bersih untuk Pemilu damai yang bersih dan ceriah.

Editor : YES