Indonesiaberita.com, JAKARTA – Agar acara debat pertama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada hari Kamis malam besok, 17 Januari 2019 di Auditorium Hotel Bidakara Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, tidak ada lagi narasi Indonesia akan bisa bubar apalagi punah.

“Sungguh, saya pribadi merasa miris, tidak tega, tapi juga tidak sudi ketika membaca atau mendengar seorang tokoh atau elite politik yang mengeluarkan ucapan Indonesia akan bisa ‘bubar’ bahkan akan bisa menjadi ‘punah’. Karena narasi itu sangat menyentuh perasaan dan mengusik suasana kebatinan saya. Sangat sedih, dan sangat prihatin. Itu saja.” kata juru bicara (jubir) Komunitas Pelaur Senior, Teddy Syamsuri

bernada lirih melalui pesan singkat yang diterima redaksi Indonesia Berita di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Menurut pelaut senior yang sudah sejak tahun 1991 sudah purna layar, merasakan sepanjang bekerja di kapal-kapal asing di luar negeri yang berbaur dengan banyak pelaut dari negara-negara lain, terutama saat bekerja di kapal-kapal pesiar.

“Mengakui dalam ikatan filosofi pergaulan sesama pelaut yang dikenal dengan sebutan 1 yang kuat dan melekat itu, membuat dirinya secara langsung maupun tidak langsung, merasakan berada pada posisi sebagai ‘duta bangsa’. Bukan saja berpotensi sebagai kontributor pemasok devisa buat negara, tetapi juga seolah-olah menjadi ‘duta bangsa’ untuk membawa nama baik negara bangsa Indonesia dikancah pergaulan kaum pelaut di dunia.” ungkap Teddy.

Selanjutnya Ketua Umum Lintasan ’66 ini juga mengatakan saat tinggal sementara di Miami Florida dalam rangka menunggu kasus kecelakaan kerjanya di kapal SS Atlantic milik Premier Cruise Lines (PCL) yang berbasis di Cafe Canaveral, Florida, Amerika Serikat selesai, pernah diundang oleh Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat (AS) yang berkedudukan di Washington DC, AR Ramly. dikatakan oleh AR Ramly, bahwa pelaut Indonesia sebenarnya banyak dibutuhkan untuk bekerja di perusahaan perkapalan di AS, khususnya kapal-kapal pesiar. AR Ramly berharap pelaut yang ada di Miami bisa mempromosikannya.

“Itu artinya, Bapak Dubes AR Ramly yang mantan Dirut Pertamina dan Komisaris Utama Astra, membutuhkan peran pelaut untuk sama-sama mempromosikan eksistensi pelaut Indonesia agar bisa semakin banyak bekerja di AS. Artinya bisa dimaknai jika sebagai pelaut, dianggap merupakan duta bangsa juga” tutur Teddy Syamsuri yang pernah diundang bertemu Dubes RI di AS waktu tahun 1991 itu.

Oleh sebab itu menurut Sekertaris Dewan Pembina Seknas Jokowi DKI Jakarta ini, berharap dalam acara debat pertama capres-cawapres pada hari Kamis malam, 17 Januari 2019 di Auditorium Bidakara, tidak ada lagi paslon yang ucapkan narasi yang saya anggap sangat menyedihkan itu. Hentikanlah.

“Sebaiknya bagi publik, dukunglah fokus kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dalam periode pertamanya ini tinggal kurang satu tahun lagi, untuk bekerja guna melaksanakan program pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar bangsa Indonesia ini kelak bisa bersaing atau berkompetitif di dunia global yang tidak bisa dianggap omong kosong. Terlepas nantinya siapa yang terpilih menjadi presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 17 April 2019, program pemerintahan Presiden Jokowi yang fokus membangun SDM, tak terkecuali untuk pembangunan SDM pelaut, eloknya perlu didukung” pungkas Jubir komunitas Pelaut Senior, Teddy Syamsuri, yang didampingi sahabatnya Hasoloan Siregar, M Amin Nabu, Djoko Saliyono dan Rusnadi (Yus).

Penulis : Fitra

Editor : YES