Oleh : Aznil Tan

Debat perdana capres berlangsung malam Jumat, 17 April di Bidakara Jakarta menampakan kualitas masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden. Meski debat ini terlalu kaku tetapi debat tersebut mampu membongkar kelemahan masing-masing pasangan capres kehadapan publik.

Capres Prabowo melakukan blunder mempermalukan dirinya dalam debat perdana tersebut. Jokowi sebagai petahana dengan bahasa merakyatnya membuat Prabowo terpojokan dan terpancing emosinya. Begitu juga Prabowo yang ingin tampil tanpa teks dalam pemaparan visi-misi ternyata tidak terurai dengan sistematis dan salah data.

Ini 8 blunder Prabowo dalam Debat Perdana Capres tanggal 17 April 2019 :

1. Terungkap fakta dalam sesi pertama pemaparan visi-misi, Calon Presiden Prabowo tidak ada sama sekali menyinggung tentang penangganan pelanggaran HAM. Sedangkan topik debat sudah ditentukan KPU adalah tentang Hukum, HAM, Terorisme dan Korupsi.

Publik ingin tahu bahwa Kejahatan HAM yang sangat mengenaskan terjadi membantai anak bangsa Indonesia pada 1965-1966 dan semasa 32 tahun rejim Soeharto, bagaimana cara Prabowo menuntaskannya.

Blunder karena salah satu topik penting penanganan kasus HAM tersebut, bisa saja publik beranggapan bahwa Prabowo sengaja tidak membahas HAM karena mengingat dia sedang tersandera pada kasus pelanggaran HAM terutama peristiswa penculikan aktivis oleh pasukan mawar pada 1997/1998?

2. Terungkap fakta bahwa Calon Presiden Prabowo mengakui kepengurusan partainya, Gerindra hampir tidak ada keterwakilan gender untuk mengisi posisi-posisi strategis. Prabowo mencoba berdalih dengan menyebut partainya memiliki sayap partai Perempuan Indonesia Raya dan mengklaim memiliki pendukung militani emak-emak atas pencapresan dirinya.

Blunder karena Prabowo adalah sosok inkonsistensi (tidak terbukti antara ucapan dengan kenyataan) dalam memberi peran kepada kaum perempuan mengisi posisi-posisi penting. Prabowo lebih kental memanfaatkan perempuan sebagai alat politik untuk memobilisir sahwat berkuasa.

3. Terungkap fakta bahwa Calon Presiden Prabowo tidak mengerti sistem negara dengan menyatakan presiden sebagai chief of law inforcement officer (kepala petugas penegak hukum). Prabowo mengartikan bahwa presiden dapat melakukan intervensi atas masalah hukum, sedangkan posisi presiden bukan sebagai kepala dalam penegakan hukum tetapi presiden bertugas hanya menentukan kebijakan politik hukum.

Blunder karena pernyataan Prabowo tersebut akan terjadi abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) jika dia jadi presiden. Prabowo semakin menunjukkan jati dirinya seorang berkarakter diktator yang akan membangkitkan kembali sistem Orde Baru yang mengancam kemajuan Indonesia.

4. Terungkap fakta bahwa pasangan capres Prabowo-Sandi untuk kesekian kalinya penyebar berita hoax dengan menuduh presiden Jokowi telah melakukan diskriminasi atas dipenjarakannya kepala desa pendukung Prabowo-Sandi.

Blunder karena faktanya Kades Sampangagung, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jatim bernama Suhartono divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Mojokerto, karena terbukti melakukan tindak pidana Pemilu dengan terlibat aktif melakukan kampanye berupa acara penyambutan Cawapres Sandiaga Uno ke daerahnya. Kepala desa tersebut telah menyelewengkan wewenangnya sebagai aparat desa.

Atas tudingan Prabowo tersebut semakin mempermalukan dirinya dengan serangan balik Jokowi mengungkap kasus babak-belur muka Ratna Sarumpaet (Jubir Prabowo-Sandi) karena akibat dianiaya dan akhirnya terungkap adalah akibat operasi plastik gagal.

5. Terungkap fakta bahwa Prabowo tidak mengetahui luas wilayah Jawa Tengah dan negara Malaysia. Calon presiden Prabowo mengatakan Jawa Tengah Lebih Luas dari Malaysia.

Blunder karena Prabowo tidak bicara berdasarkan data dan cenderung mengarang. Faktanya luas wilayah Malaysia lebih luas dibanding Jawa Tengah. Berdasarkan data KBRI, luas Kuala Lumpur tercatat 329.847 kilometer persegi, sedangkan luas Jawa Tengah adalah 32.544,12 kilometer persegi.

6. Terungkap fakta bahwa calon presiden Prabowo tidak memiliki konsep yang tepat dalam pemberantasan korupsi. Prabowo jika jadi presiden akan memperjuangkan kenaikan gaji pejabat negara. Prabowo menyebut pejabat negara sekelas gubernur terbilang bergaji sedikit, yakni Rp 8 juta.

Blunder karena Prabowo tidak mengerti akar permasalahan korupsi. Prabowo sangat salah mengatakan pendapatan pejabat negara terbilang kecil. Pendapatan gubernur di Indonesia digabungkan gaji pokok, tunjangan utama tunjangan biaya operasional adalah mencapai ratusan juta rupiah sampai miliaran rupiah per bulan.

Prabowo tidak tahu bahwa pejabat negara adalah jabatan publik berorientasi sosial (pengabdian) bukan menghambur-hamburkan uang pajak didapat dari rakyat.Jika Prabowo seorang negarawan seharusnya faham antara orientasi pejabat swasta dengan pejabat negara.

7. Terungkap fakta bahwa Calon Presiden Prabowo terbanyak mempunyai caleg dari kalangan eks napi koruptor di Partai Gerindra. Prabowo mencoba berkilah dengan menyerahkan sistem demokrasi, dipilih atau tidak dipilih para caleg Gerindra eks napi koruptor tersebut pada pemilu nanti oleh rakyat.

Blunder karena Prabowo adalah sosok yang tidak konsisten dalam melawan korupsi. Prabowo hanya beretorika belaka.

8. Terungkap fakta bahwa Calon Presiden Prabowo seorang reaksioner yang tidak bisa menahan emosinya. Prabowo menyela (Intruksi) ketika Jokowi belum selesai bicara pada waktu diberikan oleh moderator. Sedangkan tata tertib debat tidak dibenarkan memotong pemaparan pasangan calon lain saat pasangan calon tersebut sedang berbicara.

Blunder karena sikap Prabowo yang reaksioner tersebut bisa berbahaya dalam memimpin negara Indonesia yang pluralis serta menjaga keharmonisan hubungan dengan negara lain.

Prabowo bisa bertindak berdasarkan egonya (subjektif) tanpa melihat dulu secara tenang dan jernih atas permasalahan terjadi.

Sikap Prabowo yang reaksioner terhadap lawan tersebut dapat memicu konflik bahkan peperangan. Ini berbahaya!

Berdasarkan 8 blunder Prabowo ini maka dapat kita simpulkan Prabowo adalah sosok yang tidak pantas direkomendasikan sebagai presiden RI.

Berbahaya!

Penulis adalah eksponen aktivis 98, yang sekarang bergerak sebagai relawan Jokowi tergabung di Aliansi Poros Benhil.