Indonesiaberita.com, MANADO – Selama empat tahun terakhir pemerintah fokus membangun Indonesia dari pinggir (membangun dari daerah terluar – red) sebagai wujud Nawa Cita Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun seluruh pelosok negeri.

Pembangunan proyek Palapa Ring atau Proyek infrastruktur fiber optik sebagai tulang punggung jaringan komunikasi di seluruh wilayah Indonesia, dilakukan Pemerintah dengan memanfaatkan berbagai langkah. baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.

Salah satu hasil pembangunan, yaitu Palapa Ring Bagian Tengah. Untuk membangun proyek yang bernilai fantastis ini, Pemerintah menggunakan instrumen fiskal yang bervariasi.

Hal ini dilakukan, sebagai salah satu bukti bahwa Pemerintah tidak hanya bisa membangun dengan APBN atau utang, tetapi membangun juga dengan menggunakan instrumen yang lain.

Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, proyek yang bernilai Rp 1,38 triliun ini memungkinkan akses kecepatan internet 4G sampai dengan 30 Mbps, yang dibangun dengan Skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) dengan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesa (PT PII), karena dinilai, skema ini terbukti efektif untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur tanpa harus terkendala keterbatasan APBN ataupun berutang.

“Membangun infrastruktur sekarang ini bukan hanya dari APBN tapi juga memanfaatkan skema yang ada. Kami memanfaatkan kebijakan dan instrumen fiskal yang ada untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur,” kata Sri Mulyani saat melakukan kunjungan kerja dan melakukan uji coba jaringan Palapa Ring Paket Tengah, di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, Sri Mulyani mengatakan, bahwa Pembiayaan proyek ini diterapkan dengan skema availability payment, yang memungkinkan pemerintah memulai pembayaran penggantian modal yang ditanamkan investor setelah proyek beroperasi. Dimana Pemerintah menggunakan dana universal service obligation (USO) untuk operasional Palapa Ring. Dana USO merupakan dana kontribusi perusahaan telekomunikasi dengan bobot 1,25% setiap kuartalnya.