Indonesiaberita.com, TALAUD – Pesawat Wings Air ATR 72-600 yang melayani penerbangan rute Manado – Talaud dan sebaliknya, dipastikan tidak jadi mendarat (landing – red) di Bandar Udara (Bandara) Melonguane, pada Selasa (5/2/2019) siang tadi.

Hal ini dikarenakan kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, (Sulut) yang senantiasa berubah-ubah dan tidak menentu.

Alhasil puluhan penumpang yang tadinya akan melakukan penerbangan menggunakan Pesawat Wings Air ke Manado ini, tertumpuk di Bandara Melonguane pada Selasa siang tadi.

Dikatakan pihak Bandara Melonguane melalui Airport Manager Wings Air Melonguane, Alfian Sumolang, pembatalan ini dikarenakan cuaca buruk dan jarak pandang (visibility) yang hanya berjarak 4 Kilometer saja.

“Penerbangan di postpone (ditunda – red) dikarenakan cuaca buruk. Jadi, sebelum pesawat masuk ke Bandara atau landing, itu mereka meminta data cuaca. Nah, data cuaca ini dari pihak ATC (Air Traffic Control) nya yang kasih.” ujar Alfian saat ditanya penyebab pasti penundaan pesawat tersebut

Kepada Indonesia Berita, Alfian mengatakan, bahwa berdasarkan informasi cuaca yang didapatkan ATC Manado dari BMKG yang kemudian diteruskan ke pihaknya, bahwa jarak pandang hanya 4 KM saja, dengan trand forcest VBL RA (vable rain/ hujan ringan), temperatur 29/24, kelembapan 1010-1009, dan klimaksnya rain (hujan), sehingga Kapten atau Pilot memutuskan untuk kembali atau Return To Base (RTB).

“Tadi pesawatnya sudah dua kali melakukan penerbangan, tetapi masih terkendala dengan jarak pandangnya yang hanya 4 km saja, sedangkan jarak pandang minimum untuk Bandara Melonguane itu 5 km.” jelasnya.

Alfian menuturkan, kalau untuk masalah teknisnya dari pihak maskapai tidak ada. Hanya pengaruh cuaca saja yang tidak mendukung untuk melakukan pendaratan (landing).

“Kondisi seperti ini, bisa saja terjadi kapan saja. Misal pengaruh cuaca, ya kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memang cuaca yang tidak baik,” tuturnya.

Ia menambahkan, dengan adanya penundaan ini, tidak ada penumpang yang komplain.

“Semua penumpang sangat memahami keadaan dan situasi ini.” tambah Alfian.

Selanjutnya Alfian mengatakan idak mungkin pihak kami melakukan pembatalan penerbangan sementara pesawat sudah terbang. Penerbangan sudah dilakukan sebanyak dua kali, bahkan sudah dekat dengan Bandara terus balik lagi ke Manado karena jarak pandangnya hanya 4 KM saja.

“Dalam melakukan penerbangan, kami tetap berpatokan pada aturan-aturan yang ada, aturan-aturan tentang penerbangan,” katanya.

Dirinya juga, memohon maaf atas penundaan keberangkatan ini. Alfian mengaku, ini dilakukan untuk alasan keselamatan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.

“Yang jelas ada permohonan maaf dari pihak maskapai. Memang kondisi ini tidak bisa dihindari karena keadaan cuaca kan sangat berpengaruh pada safety (keselamatan para penumpang),” ungkapnya.

Terkait tiket yang sudah di booking (dipesan) oleh penumpang, Alfian menambahkan itu akan dilakukan refund tiket (pengembalian) dengan pemotongan 10%.

“Penumpang dapat meminta pengembalian jasa angkatan udara/ refund tiket dalam hal terjadi forcemaker sebesar harga tiket yang dibeli penumpang dengan ketentuan-ketentuan yang ada,” tambahnya.

Salah seorang penumpang Pesawat Wings Air ATR 72-600, bernama Christian Saweduling (22), menyikapo kondisi ini mengatakan, dirinya mengikuti saja aturan yang dikeluarkan pihak Bandara, kalaupun untuk alasan keselamatan, tidak mengapa.

“Sebenarnya saya harus ke Manado hari ini karena ada keperluan mendadak. Salah satunya akan segera ke Bandung untuk melanjutkan Kuliah saya, tapi karena kondisinya seperti kni. Yasudah, saya ikuti saja,” ucap Tan, sapaannya

Diketahui, para penumpang yang batal
berangkat pada hari ini, nantinya akan mengikuti jadwal normal penerbangan pada besok hari, yakni Rabu (6/2/2019) siang, pukul 11.00 Wita.

Editor : YES