Menjadi Referensi Mendunia

Kebijakan Pemerataan Presiden Jokowi Bawa Pembangunan Sumsel ke Arah yang Benar

Indonesiaberita.com, PALEMBANG – Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho mengapresiasi arah pembangunan pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah berada di jalur yang benar.

“Terbukti, pertumbuhan ekonomi, angka ketimpangan dan inflasi di Sumsel lebih baik dari nasional,” kata Yanuar Nugroho dalam Dialog Publik Pembangunan Manusia bertema Peningkatan Produktivitas Masyarakat Berbasis Pariwisata Lokal di kampus Universitas Sriwijaya, Rabu (6/2/2019).

Di depan 500 mahasiswa, Yanuar Nugroho membuka alasan mengapa empat tahun pertama pemerintahan Presiden Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur. Ini tak lain karena pembangunan infrastruktur adalah fondasi bagi pembangunan sumber daya manusia, yang menjadi fokus Jokowi pada tahun-tahun berikutnya.

“Membangun infrastruktur bukan soal beton dan aspal, tapi soal manusia,” kata pemilik gelar Ph.D dengan kajian utama mengenai inovasi teknologi dan perubahan sosial, lulusan Manchester Business School itu.

Yanuar menjelaskan, pemerintahan Jokowi tegas melakukan pemerataan pembangunan melalui visi Indonesia Sentris.

“Yang dibangun tidak hanya Jakarta. Bukan hanya kota, tapi juga desa. Ini terbukti dengan kebijakan program Dana Desa dan pencanangan 10 Bali Baru di sektor pariwisata,” kata penerima beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris pada tahun 2000 ini.

Dialog Publik sebagai rangkaian diseminasi 4 Tahun pencapaian pemerintahan Presiden Jokowi – Wakil Presiden Jusuf Kalla ini juga menghadirkan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Walikota Palembang Harnojoyo.

Dalam paparannya, Menteri Arief Yahya menegaskan visi Presiden Jokowi yang bertekad menjadikan sektor pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Indonesia melewati ekspor kelapa sawit dan migas.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia tercepat di dunia. Tumbuh tiga kali lipat dari pasar. Dampak langsungnya menetes dirasakan masyarakat,” kata Arief.

Dipaparkan Menpar, Indonesia dinobatkan sebagai negara peringkat keenam terindah di dunia dan masuk Top 10 destinasi wisata yang wajib dikunjungi di dunia.

“Kita optimistis bisa melewati saingan kita, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Sekarang saja, country brand Wonderful Indonesia telah mengalahkan Truly Asia-nya Malaysia dan Amazing Thailand,” ungkapnya.

Menteri Arief Yahya memaparkan, pengembangan kawasan wisata Danau Toba membuat Pendapatan Asli Daerah delapan kabupaten yang mengelilingi Toba tumbuh pesat.

“Jumlah penumpang Bandara Silangit tumbuh 300 persen,” jelasnya.

Arief menekankan, membangun destinasi pariwisata rumusnya ada 3 A yakni Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas atau fasilitas penunjang bagi para wisatawan.

“Untuk A pertama, ada Top 3 Atraksi di Sumatera Selatan yakni ekowisata, budaya, tradisi dan kuliner serta Sport Tourism dan MICE.” tegasnya.

Selanjutnya Arief menguraikan, untuk Top 3 Aksesibilitas di Sumatera Selatan, ada jalur udara Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, jalur laut Pelabuhan Boom Baru serta jalur darat dengan adanya LRT dan jalan tol.

Top 3 Amenitas di Sumsel ditunjukkan dengan memadainya akomodasi, fasilitas pariwisata dan kebersihan,” urainya.

“Selepas menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Sumsel punya beberapa agenda yang masuk Top 100 kalender event pariwisata nasional, di antaranya Ziarah Qubra dan Festival Sriwijaya. Selain itu masih ada acara-acara lain, seperti Festival Imlek dan Cap Go Meh di Kampung Kapitan.” urainya.

Terakhir Arief Yahya pun berpantun “Kalau bunga sudah mengembang,
kumbang-kumbang pun ikut bahagia. Mimpi saya untuk pariwisata Palembang adalah menjadi centre of excellence sport tourism diIndonesia.” tutupnya mengakhiri.

Editor : YES

Komentar
Loading...