Indonesiaberita.com, TALAUD – Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) kembali melantik lima Kepala Desa (Kades) yang terdiri dari satu kepala desa definitif, dan empat kepala desa sebagai pejabat sementara, di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Upacara pengambilan sumpah atau janji dan pelantikan Kepala Desa dan Pejabat Kepala Desa ini, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Kepulauan Talaud Nomor 69 Tahun 2019, tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Desa dan Pejabat Kepala Desa di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Usai dibacakannya Surat Keputusan Bupati Kepulauan Talaud, dilanjutkan dengan Pengambilan Sumpah atau Janji kepada kelima Kepala Desa dan Pejabat Kepala Desa yang akan dilantik, serta Penandatanganan berita acara sumpah atau janji yang disaksikan oleh saksi dan rohaniawan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kata-kata pelantikan oleh Bupati Kepulauan Talaud, dan Penyematan tanda jabatan kepada Yulrima Trais Bawuno sebagai Kepala Desa Nunu, Jemrin Amiman sebagai Pejabat Kepala Desa Ensem Timur, Fance Porobaten sebagai Pejabat Kepala Desa Kalongan, Apolos T. Ponge sebagai Pejabat Kepala Desa Tuabatu, dan Norton Y. Sawori sebagai Pejabat Kepala Desa Bantik.

Selain itu, dalam kesempatan ini pula, Bupati Kepulauan Talaud kembali mengaktifkan Johanis Barguna kedalam Jabatan Kepala Desa Pulutan Utara Kecamatan Pulutan, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kepulauan Talaud Nomor 70 Tahun 2019. Sebelumnya, Johanis Barguna mendapatkan sanksi administratif berupa teguran tertulis dari Bupati Kepulauan Talaud karena alasan melanggar larangan sebagai Kepala Desa.

“Tadi ada dua SK yang dibacakan. pertama tentang pelantikan kepala desa definitif kemudian pejabat kepala desa dan satunya lagi ada pengaktifan kembali kepala desa,” kata Manalip, di Aula Setdakab Talaud, Jumat (8/2/2019) siang tadi.

Manalip menyampaikan, bahwa beberapa bulan lalu tepatnya pada bulan Desember, Pemkab Talaud telah mengeluarkan surat keputusan penonaktifan sementara kepada beberapa pejabat.

“Kurang lebih ada sembilan kepala desa pada waktu itu ada indikasi penyelewengan keuangan negara. Sehingga, diberikan sanksi administratif sesuai dengan undang-undang. Kepala desa dan tadi yang sudah dibacakan, yaitu kades pulutan utara yang sudah memberikan kerugian negara atau TGR dan sudah dilunasi sehingga kembali diaktifkan pada hari ini, sudah bisa diaktifkan lagi sebagai kepala desa definitif,” terangnya.

Kepada Pejabat yang baru dilantik, Ia menyampaikan, agar jangan main-main dengan keuangan negara. Ketika sudah dipercayakan oleh masyarakat untuk dipilih sebagai kepala desa, maka amanat undang-undang tentang desa agar dilaksanakan dan dipelajari.

“Jadi, sebelum melaksanakan tugas, baca aturan! Supaya tidak akan salah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, dan jangan berani atau mencoba-coba untuk melakukan tindak pidana korupsi!,” tegas Manalip

Dalam kesempatannya, Bupati Kepulauan Talaud juga mengingatkan, agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab mereka masing-masing dengan sebaik mungkin sesuai aturan yang berlaku.

“Jadi, disini intinya, pahami aturan! Selamat bekerja, dan laksanakanlah tugas dengan baik,” tegas Manalip lagi, mengakhiri sambutannya

Turut hadir, Pejabat tinggi pratama di lingkup Pemdakab Talaud, Sekdakab Talaud Adolf Binilang, Asisten I Tata Pemerintahan dan Kesra Alex Sahadula, Staf Ahli Bupati, para Pimpinan OPD, Pejabat Esalon III dan IV, para camat, dan tamu undangan lainnya.

Editor : YES