Indonesiaberita.com, PELALAWAN – Kasus dugaan pidana pengurasakan dan menduduki lahan atau memakai lahan tanpa izin yang berhak atas kuasanya yang telah dilaporkan oleh Jevridin selaku ketua kelompok tani parit guntung terhadap terlapor SS yang sempat mangkrak tiga tahun lalu, kini mulai dilanjutkan kembali ke tahap penyelidikan.

Kuasa hukum Jevridin, Syahrial,SH,MH and partner saat ditemui di Mapolres Pelalawan pada Kamis 7 Januari 2019 siang kemarin mengatakan, pendampingan terhadap Klien sebagai pelapor dirasa perlu. Menyangkut apa-apa saja hak pelapor dan prosedural sebagai pelapor tentu perlu didampingi kuasa hukum.

“Biasanya pihak yang bersengketa itu dalam psikologi yang memang butuh pendampingan, seperti apa-apa saja yang menjadi hak nya sebagai pelapor perlu kita sampaikan agar penanganan kasus yang dilaporkan berjalan Secara Profesional dan ada progresnya,” jelas Syahrial saat ditemui Indonesia Berita di Mapolres Pelalawan pada Kamis siang kemarin.

Menurutnya laporan yang telah mandek selama tiga tahun belakangan ini perlu kita pertanyakan dimana gendalanya. Menurut pengakuan Jevridin yang disampaikan oleh Syahrial, Kasus yang dilaporkan pada Februari tahun 2016 silam tidak ada SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan) yang diterima kliennya.

“Untuk itu hari ini kita dan tim mendampingi klien kami untuk menemui penyidik Satreskrim polres pelalawan untuk mempertanyakan progres penyelidikan, apa gendalanya kok bisa selama tiga tahun ini belum P21, ada apa,” jelas Syahrial.

Menimpali hal tersebut, Tim kuasa hukum Jevridin,  Henri Zanita mengatakan, Perka Polri No. 12 tahun 2009 diatur secara tegas kewajiban bagi penyelidik untuk memberikan SP2HP kepada pelapor sedikitnya satu kali dalam setiap bulannya, baik diminta ataupun tanpa diminta.

“Hari ini kita perlu sampaikan kembali, bahwa kewajiban penyidik untuk memberikan SP2HP sesuai Perka Polri tersebut, Ini kami merayakan ulang tahun yang ketiga dari kasus yang sudah dilaporkan sejak februari tahun 2016 dan sekarang sudah februari 2019,” sindirnya.

Ia menambahkan, jika kasus ini masih bertele-tele, kami akan surati Inspektur Pengawas daerah (Irwasda) dan pihak terkait.

“Jika kasus ini masih bertele-tele, kami akan surati Inspektur Pengawas daerah (Irwasda) dan pihak terkait.” tambah Henri.

Bripka Bertoni Yusuf Sitompul saat ditemui tim kuasa hukum mengatakan pihaknya akan segera memanggil pihak dari dinas kehutanan.

“Segera kami panggil pihak dari dinas kehutanan pak,” katanya singkat kepada kuasa hukum saat ditemui diruang kerjanya Satreskrim Unit Satu Polres Pelalawan pada Kamis siang kemaein.

Ewin, bagian dari tim kuasa hukum Syahrial and partner menambahkan kami berharap masalah ini bisa selesai dengan cepat.

“Dalam penegakan hukum, kami berharap masalah ini bisa selesai dengan cepat, dan pelaku kejahatan segera ditahan,” ungkapnya melalui pesan elektronik kepada indonesiaberita.com, Jum’at (8/2/2019) siang.