Indonesiaberita.com, JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama (BTP), kerap disapa Ahok yang sekarang ingin dipanggil BTP secara mengejutkan berafiliasi politik atau bergabung dengan Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Hal itu dinyatakannya saat berada di Bali, Jumat 8 Februari 2019 kemarin.

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai bergabungnya mantan Gubernur DKI Jakarta ini, keuntungan bagi PDIP namun adapula kerugian.

“Bergabungnya BTP dengan partai penguasa parlemen dengan 109 kursi ini merupakan sebuah berkah. Apalagi BTP dikenal dekat dengan Megawati. Begitu pula dirinya bisa reunian sama sahabat lama sang petahana Jokowi,” kata Jerry Massie kepada redaksi Indonesia Berita melalui pesan singkatnya di Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Jerry setidaknya dengan masuknya BTP, bisa saja mendongkrak popularitas PDI-P tak sebesar saat dirinya menjabat Gubernur DKI Jakarta. Disatu sisi kerugiannya ialah BTP mantan pejabat yang dikenal getol memberangus korupsi.

“Bergabung dengan PDIP akan tantangan dengan hati nurani. Pasalnya 2018 lalu, dari 29 pejabat yang terkena OTT KPK paling banyak dari PDI-P yakni 9 kepala daerah. Dan kasus terakhir kadernya Bupati di Kalimantan yang terjerat kasus korupsi yakni Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi,” tuturnya.