Menjadi Referensi Mendunia

Polemik Pasar Panjang Tak Kunjung Usai

Indonesiaberita.com, KENDARI – Polemik bekas Pasar Panjang Bonggoeya memasuki babak baru, kali ini bahkan melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), dalam persoalan penertiban yang hingga saat ini tak kunjung selesai.

Puluhan massa dari Forum Mahasiswa Pemerhati Sulawesi Tenggara (Formasi Sultra) mendatangi Kantor Gubernur Sultra Di dalam tuntutannya, masa aksi menuntut agar Pasar Panjang yang hari ini digunakan oleh sebagian masyarakat Kota Kendari dalam berdagang agar segera dibongkar, Selasa (12/02/2019).

“Kami meminta agar pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra transparan dalam pengelolaan aset daerah tersebut.” ungkap Ansar selaku Ketua Formasi saat ditemui setelah aksi siang tadi.

Pasalnya, menurut Ansar sejak dicabutnya izin Pasar Panjang tahun 2017, dalam kurun waktu dua tahun, sampai hari ini, aktifitas jual beli di Pasar Panjang itu tidak mempunyai izin.

“Semestinya dalam persoalan pengelolaan aset daerah ini butuh sinergitas antara Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari sehingga tidak ada timpang – tindih pendapat, disisi lain Pemkot sudah berupaya menertibkan kawasan bekas pasar panjang namun disisi lain ada surat izin yang dikeluarkan oleh Pemprov untuk izin pemakaian lahan di kawasan tersebut.” ungkapnya.

Oleh karena itu kami berharap kepada Pemprov Sultra agar memperhatikan baik-baik permasalahan ini agar tidak berlarut-larut sebab pihak yang dirugikan disini adalah masyarakat Sultra,

“Agar Pemprov Sultra perhatikan permasalahan ini, sebab masyarakat Suktra menjadi pihak yang dirugikan.” pungkasnya.

Editor : YES

Komentar
Loading...