Menjadi Referensi Mendunia

Proyek IRNA Molor, PPTK Tak Berani Putus Kontrak

Indonesiaberita.com, PELALAWAN – Pembangunan Gedung Instalasi Ruang Rawat Inap (IRNA) di RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau yang dikerjakan oleh PT Satria Lestari Multi (PT SLM) selaku kontraktor pelaksana, mengalami keterlambatan dan tidak sesuai target yang direncanakan.

Proyek yang menelan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp10.367.550.000 itu dinilai bermasalah.

Pembangunan IRNA tersebut sesuai dengan rencana akan dibangun setinggi dua lantai dan akan digunakan untuk kebutuhan pelayanan ruangan rawat inap khusus penyakit THT, mata dan syaraf. Namun saat ini kondisinya tidak sesuai rencana karena jauh dari yang ditargetkan.

Sesuai kontrak, proyek raksasa tersebut harus siap pada pertengahan Desember tahun 2018 lalu. Namun sudah lewat dua bulan hingga Februari 2019 ini, pengerjaan proyek baru sampai penegakan tiang pondasi saja.

Baca juga : LSM KOPPAS Minta KPK Telusuri Dugaan Gratifikasi Proyek RSUD Selasih

Informan yang namanya minta dirahasiakan menyampaikan, bahwa pihak kontraktor mengajukan perpanjangan waktu pengerjaan proyek hingga beberapa bulan kedepan. Namun secara kontrak, seharusnya pihak Pemkab Pelalawan sudah melakukan pemutusan kontrak terhadap PT SLM, bukan malah memberikan perpanjangan waktu.

“Ya gak tau kita kenapa kok gak berani putuskan kontrak yang jelas sudah molor tersebut, kalau selisih cuman 20 persen pekerjaan masih maklumlah kita,ini baru 30 persen pekerjaan, saya yakin nantik akan minta perpanjang waktu lagi mereka (PT SLM, red),” ungkapnya kepada Indonesia Berita, Minggu (17/2’2019).

Ia melanjutkan, saat pengajuan pencairan dana juga diduga ada manipulasi pelaporan persentase progres pengerjaan. Hal tersebut dimaksudkan agar dana bisa dicairkan.

“Anehnya pihak PPTK menyetujui proposal tersebut.” lanjutnya.

Kepala PPK, Budiaman ketika dimintai keterangan terkait berita tersebut tidak memberikan komentar apapun. Justru Budiaman terkesan berkerjasama dengan pihak kontraktor dengan bukti ia telah mengirimkan realis berita ini ke pimpinan proyek melalui pesan elektronik pribadinya.

Editor : YES

Komentar
Loading...