Menjadi Referensi Mendunia

Relawan Jokowi Ini Tantang Prabowo Subianto Bagikan Tanah Jarahannya!

Indonesiaberita.com, JAKARTA – Bak gayung bersambut, kali ini datang dari Relawan Jokowi Aznil Tan yang tergabung di Poros Benhil menyikapi pernyataan Prabowo pada debat capres ke-dua bahwa tanah yang dikuasai dia ratusan ribu hektar tersebut adalah tanah berstatus HGU alias milik negara adalah pernyataan yang licik dan menyesatkan.

“HGU itu hanyalah urusan administrasi dan akal-akalan mafia tanah untuk melegalkan hasil jarahan mereka mengambil tanah adat atau tanah negara. Para tuan tanah untuk penguasaan tanah diatas 5 hektar yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria pasti akan mensiasatinya dengan membuat HGU sebagai legalitas formalnya. Jadi, persoalannya bukan disitu,” ujar Azni Tan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Lanjut dia, Persoalan sesungguhnya adalah penguasaan tanah ribuan hektar sampai jutaan hektar tersebut didapat dengan cara menindas rakyat dengan merampas hak tanah adat dan tanah masyarakat. Cara seperti itulah membunuh keadilan di republik ini.

“Tanah itu didapat secara tidak benar. HGU didapat secara kongkalikong dan korup antara pemerintah yang dzhalim dengan mafia tanah,” beber Aznil Koordinator Poros Benhil ini.

Sambungnya, Bukan berarti Prabowo mendapatkan tanah ini secara baik-baik sebagai seorang nasionalis dan patriotik sebagaimana dia klaim waktu debat. Tapi dia dapat dengan cara menindas dan menggunakan militeristik.

“Penindasan penindasan ini sangat nyata dirasakan masyarakat. Masyarakat diusir dari lahan yang sedang dikelolanya dan bahkan ditodong senjata. Bagi masyarakat yang melawan tak luput ditangkap dan dipenjarakan dengan mengkrimininalisasikan mereka,” tutur Aznil

Lebih lanjut menurut pria eksponen 98 ini, Faktanya tanah dikuasai oleh prabowo itu sampai sekarang terjadi konflik berkepanjangan yang sangat tragis. Contoh di Kabupaten Dhamasraya, Sumatera Barat, puluhan ribu hektar dikuasai oleh PT. Tidar Kerinci Agung (PT. TKA) milik prabowo, masyarakat terusir, dikriminalisasi dan suram kehidupan ekonominya.

“Maka untuk itu kami meminta Prabowo membuktikan omongannya waktu debat pilres ke-2 kemarin mau bersedia mengembalikan tanah tersebut ke negara. Lalu negara mengembalikan tanah tersebut ke masyarakat adat atau lahan tersebut dilakukan land reform sebagai program yang sedang dilakukan Jokowi sekarang membagi-bagi tanah ke masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menantang Prabowo jangan sekedar berertorika belaka di depan forum debat tanpa ada tindak lanjut bentuk nasionalis dan patriotik. Prabowo harus bisa seperti Jokowi memberi keteladanan

“Jika itu bapak Prabowo lakukan maka bapak pantas menyandang predikat seorang nasionalis dan patriotik bukan seorang sosok penindas rakyat,” pungkas Ketua Umum Merdeka Seratus Persen ini (DERAP100%) dengan suara gemetar.

Editor : DR

Komentar
Loading...