Menjadi Referensi Mendunia

Polisi Tahan Penyebar Berita Hoax di Sulteng

Indonesiaberita.com, PALU – Diduga melakukan penyebaran konten yang berisi berita bohong (Hoax), mengenai demo tenaga kerja lokal bentrok dengan tenaga kerja asing asal Cina, di PT IMIP, Bahodopi Kabupaten Morowali,provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), akhir bulan Januari 2019,

Tim Cyber Crime  Ditreskrimsus Polda Sulteng melakukan Penahanan terhadap pemilik akun Facebook Rahman Ijal Inisial A.Rs Alias Ri warga Kota Palu.

Kabidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbid Penmas bidhumas polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, Senin (25/2/2019) mengatakan,berdasrkan hasil Patroli Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng menemukan adanya akun Facebook Rahman Ijal yang memuat postingan berisi berita bohong (hoax) dengan memposting Demo karyawan PT IMIP yang bentrok dengan pihak keamanan, seolah olah sedang terjadi bentrok antara karyawan (tenaga Kerja Indonesai) dengan tenaga kerja asing Cina.

“Sekitar akhir bulan Januari 2019 telah terjadi unjuk rasa karyawan  PT IMIP di Bahodopi Kabupaten Morowali yang menuntut kenaikan upah sebesar 20 %, aksi tersebut sempat menimbulkan adanya bentrok antara Karyawan dengan aparat keamanan, kejadian tersebut oleh sebagian oknum masyarakat ada yang mengabadikan yang kemudian beredar di Media Sosial, berdasarkan hasil Patroli Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng menemukan adanya akun facebook Rahman Ijal memposting demo karyawan PT. IMIP yang bentrok dengan aparat keamanan seolah-olah sedang terjadi bentrok antara karyawan  tenaga kerja Indonesia (TKI) dengan tenaga kerja asing (TKA) China.” kata Sugeng Lestari, Senin (25/2/2019).

Dijelaskan Sugeng, dengan mempelajari postingan yang berpotensi timbulnya konflik terhadap TKA asal China utamanya keamanan tenaga kerja asing China yang ada di PT. IMIP atau postingan tersebut adalah tidak benar atau HOAX, maka Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulteng bergerak cepat melakukan langkah-langkah penyelidikan dengan melakukan identifikasi jejak digital atau mempelajari histori postingan pemilik akun tersebut.

“Tim Cyber Ditreskrimsus Polda sulteng melakukan langkah penyelidikan seperti mengumpulkan keterangan dari para karyawan, memeriksa admin medsos, saksi lain serta meminta keterangan dari Saksi ahli bahasa dari Balai bahasa prov. Sulteng dan Ahli ITE dari Dinas Kominfo Kota Palu, dimana setelah dilakukan penyelidikan memastikan kasus tersebut melanggar UU ITE yaitu penyebaran konten yang berisi berita Bohong (Hoax).” ungkap Sugeng.

Dikatakan Sugeng Lestari, terhadap pemilik akun Rahman Ijal, yang berdomisili di Kota Palu Sulteng, berinisial A.RS, alias RI pada tanggal 7 Februari 2019 penyidik langsung melakukan penangkapan.

“Setelah dilakukan proses pemeriksaan, terhadap tersangka kemudian dilakukan penahanan di Rutan Polda Sulteng.” jelasnya.

Perkembangan penyidikan kasus tersebut menurut Kompol Sugeng Lestari, sampai dengan tanggal 26 Februari 2019 perkaranya telah dilimpahkan kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah sebagai tahap I (satu) dan mudah-mudahan tidak ada kendala untuk segera diserahkan kepada penuntut tersangka dan barang buktinya.

“Barang bukti yang telah disita berupa
1 (satu) buah Akun Facebook atas nama RAHMAN IJAL dengan email  HYPERLINK mailto:[email protected]” [email protected], 1 (satu) buah Handphone merk Samsung J5 warna putih dengan IMEI 357202070722120 dan 3572030707221128, 1 (satu) buah SIM Card SIMPATI dengan nomor Handphone 081250555288, 4 (empat) buah Video kegiatan demonstrasi buruh pada akun Facebook atas nama Rahman Ijal yang telah disalin dan dipindahkan kedalam CD dengan nama file Rahman-Ijal-fbdown.net, Rahman-Ijal-fbdown.net_2, Rahman-Ijal-fbdown.net_3, Rahman-Ijal-fbdown.net_4, 2 (dua) Lembar printout bukti screenshot postingan dari akun RAHMAN IJAL sebelum dan sesudah diubah.” beber Sugeng.

Menyikapi peredaran konten video dimedsos yang patut diduga tidak benar atau Hoax, bentrok unjuk rasa tenaga kerja indonesia dengan tenaga kerja asing China di PT. IMIP, Selain Polda Sulteng, Polres Morowali juga mengamankan satu pelaku dan saat ini masih ditahan di Polres Morowali.

Kabid Humas Polda sulteng melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dishare di media sosial.

“Demikian juga apabila melihat konten yang belum tentu kebenaran informasinya, sumbernya, data pendukungnya maka masyarakat pengguna media sosial atau nitizen tidak dengan mudah langsung share, bijaklah bermedsos.” himbaunya.

Terhadap pelaku Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45A ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang berbunyi Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (Satu Milyar Rupiah)

Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), dipidana paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu liliar rupiah)
Dan atau Pasal 14 ayat (1) UU No.1 Tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana yang berbunyi Barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan senjaga menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi tingginya sepuluh tahun penjara.

Komentar
Loading...