Menjadi Referensi Mendunia

Korupsi Rp7,7 Milyar, F-MAKI Desak KPK USUT Dirut PT. KBN

IBC, Jakarta – Sejumlah massa dari Front Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (F-MAKI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan (13/3/2019).

Aksi ini digelar untuk mendesak KPK agar segera mengusut kasus korupsi yang dilakukan oleh Direktur  Utama PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Moh. Sattar Taba sebesar 7,7 Milyar. Praktik korupsi ini sudah dilakukan sejak 2014 hingga 2016.

Ketua F-MAKI, Syaefudin mengatakan terdapat penyalahgunaan wewenang serta manipulasi pengeluaran keuangan di PT. KBN atas anak perusahaannya, PT. Karya Citra Nusantara (KCN) sebesar 7,7 Milyar. Penggelapan dana perusahaan ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok Moh. Sattar Taba.

“Kami (F-MAKI) sudah mengendus kasus ini sejak 2014 silam, namun baru dapat melakukan penyelidikan sejak 2017 dan pengusutan berakhir pada 21 Februari 2019,” ujar pria yang akrab disapa Udin.

Syaefudin menambahkan setelah dilakukan pengusutan, F-MAKI menemukan beberapa barang bukti. Kemudian barang bukti ini diserahkan ke KPK beberapa waktu lalu.

Selain itu, Syaefudin juga menjelaskan bahwa perkara ini merupakan pintu masuk untuk membongkar perkara-perkara besar lainnya yang melibatkan PT. KBN.

“ini pintu masuk untuk kembali membongkar perkara-perkara besar lainnya. Seperti Moh. Sattar Taba pernah memerintahkan biro hukum PT. KBN melakukan pengkondisian dengan para hakim untuk mengatur putusan atau hasil persidangan yang melibatkan PT. KBN atas kasus Sengketa Kepemilikan Saham Pengelolaan PT. KCN.

Meski aksi unjuk rasa sempat diwarnai kericuhan oleh aksi unjuk rasa dari kelompok lain yang mencoba merangsek masuk ke gedung KPK, namun aksi kembali dilanjutkan hingga selesai setelah kepolisian mengambil tindakan.

Usai aksi unjuk rasa, Syaefudin bersama kedua rekannya memasuki gedung KPK guna menyerahkan tuntutan aksi secara simbolik. Hal ini disambut baik oleh KPK.

Hingga berita ini dimuat, Humas PT. Kawasan Berikat Nusantara masih belum memberikan jawaban kepada pewarta Indonesia Berita.

Editor : RA

Komentar
Loading...