Menjadi Referensi Mendunia

Keberatan Dengan Kalimat ‘Terciduk’, Justru Humas Polres Gowa Posting Ini di Akun FB

IBC, JAKARTA – Setelah adanya informasi keberatan dari salah satu organisasi mahasiswa skala nasional yang mengatakan, bahwa mereka keberatan atas adanya kalimat ‘terciduk’ yang dialamatkan kepada teman organisasinya, menurut Indah selaku rekannya, ia dan kawan-kawannya sangat keberatan dengan kata-kata tersebut, sebab kata Indah, temannya bukan terciduk melainkan memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan.

“Kawan kami tidak pernah terciduk, kawan kami beritikad baik memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan, setelah itu kawan kami itu pulang, dan cuma dikenakan wajib lapor aja kok,” tegas Indah di Jakarta, Minggu (17/3/2019).

Setelah menerima informasi tersebut redaksi indonesia berita melakukan investigasi dan mengkonfirmasi kebenaran informasi kepada pihak-pihak terkait untuk mengetahui lebih lanjut duduk perkarannya. Sebelum menyelusuri jejak digitalnya kami terlebih dahulu meminta konfirmasi kepada penyidik Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tenggara.

Menurut keterangan penyidik kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan FR kepada instansi Kepolisian, sebagai dasar panggilan kepada FR guna dimintai keterangan. Namun kata dia, FR setelah memberikan keterangan langsung pulang dihari itu juga.

“Mahasiswi itu kami panggil pada tanggal 15 Maret 2019 pukul 10.00 Wita, dan dia hadir dengan rekan-rekannya memenuhi panggilan kami, jadi perlu kami tegaskan saudari FR bukan kami ciduk, justru FR dipulangkan hari itu juga,” kata penyidik saat dimintai keterangan melalui pesan singkat Whatsappnya, Minggu (17/3/2019).

Tambah penyidik menegaskan, FR tidak ditahan dan dipulangkan setelah memberikan keterangan dan permintaan maaf kepada institusi polri.

Sebelumnya kasus tersebut mencuat setelah viral di Kendari bahwa FR membuat status stori Whatsapp cacian terhadap pihak kepolisian, hal itu membuat pihak kepolisian memanggilnya untuk dimintai keterangan.

Setelah kami menelusuri melalui laman Facebook Multimedia Polda Sultra, bahwa ada video permohonan maaf dari FR kepada Kapolri, Kapolda dan seluruh jajaran Polri di Indonesia, khususnya polisi di jajaran Polda Sultra. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Dalam keterangan di laman facebook yang diposting pada tanggal 15 Maret 2019, pukul 17.37 Wita, yang menjelaskan, “Kemarin kita digegerkan viralnya story Whatsapp yang melakukan ujaran kebencian kepada Instansi Kepolisian,” tulis akun FB Multimedia Polda Sultra di laman facebooknya.

Sambung laman FB tersebut, FR mahasiswi perguruan tinggi di salah satu universitas yang ada di Kota Kendari, “Pelaku sangat menyesal akan perbuatannya dan meminta maaf kepada seluruh intansi kepolisian khususnya daerah sultra, dan pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi” pungkas akun FB Multimedia Polda Sultra

Multimedia Polda Sultra juga berpesan, bijaklah bermedia sosial.

Sementara itu akun yang bernama Yan Baduda mengatakan hal yang sama di laman Facebook Multimedia Polda Sultra, dengan judul ‘Pelaku Hate Speech Meminta Maaf’, yang diposting pada pukul 18.56 Wita.

“Setelah Sebelumnya viral di media sosial terkait cuitannya yang telah menghina institusi Polri, FR langsung memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sultra,” tulisnya lagi.

Sambung tulisannya, Setelah pemeriksaan itu usai, mahasiswi semester IV disalah satu Perguruan Tinggi di kota Kendari ini, akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas perbuatannya.

“Kini permasalahan ini telah usai dan tidak ditindaklanjuti lagi ke proses hukum. Belajar dari pengalaman FR, Polda Sultra mengajak kepada seluruh masyarakat dan khususnya kaum milenial, untuk tidak melakukan tindakan serupa dan melanggar UU ITE,” pungkas Yan Baduda dengan bijak sembari memberi pesan moral kepada masyarakat.

Namun bertolak belakang di akun Facebook Humas Polres Gowa Sulawesi Selatan. Ada hal yang berbeda ditemukan oleh redaksi berdasarkan informasi rekan-rekan pelaku dengan adanya postingan yang mengatakan, FR terciduk, serta foto FR yang diberi keterangan ‘Tercyduk’, yang terlihat dalam gambar terposting pukul 13.48 Wita, Jumat (15/3/2019).

Setelah kami konfirmasi, Humas Polres Gowa, Senin (18/3/2019) mengatakan, mereka tidak pernah menerima berita tersebut, coba saja konfirmasi ke Polda.

“Kami baru dengar ttg itu, mohon datanya bisa dikirim supaya saya cek dulu,” ucap Humas Polres Gowa melalui pesan singkat whatsapp, Senin (18/3/2019).

Setelah redaksi Indonesia Berita mengirimkan screen shoot FB dari laman faceebook milik Multimedia Polda Sultra dan milik akun Faceebook Humas Polres Gowa sesuai permintaannya, “berita ini gak pernah kami terima pak di Gowa, mgkn ke Polda saja pak,” balasnya.

Redaksi juga menanyakan apakah nama akun facebook Humasnya Polres Gowa adalah benar milik Humas Polres Gowa, “Benar, tapi datanya mgkn di Polda pak, bagian atas Polres Gowa pak,” jawabnya lagi kepada redaksi.

Terakhir redaksi menanyakan, kepada Humas Polres Gowa.

Redaksi: “Mhn ijin bpk/ibu, sumber nya dari mana ya bpk/ibu? Berita mahasiswi “terciduk” tersebut,” tanya redaksi kepada Humas Polres Gowa.

Jawaban Humas Polres Gowa: “Group FB Cinta Polri,” pungkasnya.

Berdasarkan penyelusuran kami baik dengan cara mengkonfirmasi melalui Whatsapp dan penyelusuran melalui Akun Facebook, bahwa adanya perbedaan waktu posting antara Akun Faceebook Multimedia Polda Sultra dan Akun Humas Polres Gowa, Sulawesi Selatan. Sementara itu, tempat kejadian perkara berada di Sulawesi Tenggara, bukan di Gowa, Sulawesi Selatan.

Editor : DR

Komentar
Loading...