IBC, CIREBON – Pasar murah atau bazaar kembali digelar Timsus 1901 Juara Kabupaten Cirebon. Kali ini yang disasar adalah Desa Balerante Kecamatan Palimanan, Rabu (3/4) pagi. Sekitar seribu warga sudah memadati lapangan bola desa balerante. Tenda yang didirikan untuk warga, tak mampu menampung warga yang datang.

Bahkan sebelum acara dimulai, warga sudah membentuk antrian panjang karena ingin khawatir tak kebagian paket murah sembako. Panitia pun terpaksa melibatkan tenaga Banser untuk mengamankan situasi dan warga yang membludak.

Ketua Timsus 1901 Kabupaten Cirebon Masyhuri Abdul Wahid mengaku cukup terkejut dengan antusiasme warga, karena beberapa pekan sebelumnya, Desa Balerante diklaim sebagai basis pendukung 02.

“Saya kaget dengan antusiasme warga. Bahkan Kyai dan Nyai pesantren di Balerante ada yang datang langsung ke lokasi. Salah satunya adalah Nyai Hj. Ipah Uripah. Ini tentu agak mengejutkan karena Nyai Ipah adalah ibu dari Kiai Kholili yang pernah menjadi deklarator kiai kampung pendukung Prabowo,” terang Masyhuri.

Pihak panitia memang awalnya sengaja tidak mengundang Nyai Ipah karena menghormati perbedaan pilihan dalam keluarga tersebut. “Kami sangat surprise dan mengapresiasi kedatangan Nyai Ipah yang ingin meramaikan acara pasar murah timsus 1901,” tambah pria yang akrab disapa Uyi ini.

Bersama tokoh masyarakat lain, yakni K.H Ikhwan, Nyai Ipah diberi kesempatan panitia untuk memberi sambutan. Dalam pidatonya, Nyai Ipah mengakui bahwa warga Balerante beserta para pengasuh Pondok Pesantren masih tetap solid mendukung Pak Jokowi – Kiai Amin.

“Jangan hiraukan yang lain, warga Balerante masih dan tetap akan solid mendukung pasangan 01,” tegasnya di hadapan sekitar seribu warga. Nyai Ipah bahkan menganjurkan warga untuk terlebih dahulu mencoblos Jokowi di kertas suara pilpres, baru kemudian mencoblos Pileg.

Acara pasar murah sendiri lebih cepat selesai dari yang dijadwalkan. Hanya dalam hitungan kurang dari satu jam, sebanyak seribu seratus sebelas paket sembako murah langsung ludes, “Padahal panitia mengalokasikan waktu 2,5 jam untuk antrian dan transaksi. Namun ternyata antusiasme warga membuncah, di luar ekspektasi,” tambah Uyi.

Satu paket sembako hanya dihargai 15 ribu yang terdiri dari beras mutu medium 1 kilogram, minyak goreng 1 liter merk terkenal, 5 sachet besar sabun colek.

Warga sekitar mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini, “Lumayan mas bisa ngirit banyak. Kalau di pasar ngga dapet harga segini. Panitia harusnya nambah paketnya lebih banyak lagi. Tetangga saya yang datang siang ngga kebagian,” jelas seorang warga bernama Rochimi.

Timsus 1901 berencana akan kembali menggelar acara serupa di Pangurangan pada tanggal 6 April nanti. “Total kita akan gelar 6 titik sebelum masa kampanye berakhir,” tutup Uyi.

Editor : DR