IBC, CIREBON Jika pada Kampanye Akbar Calon Presiden (Capres) Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Kota Dumai Riau pada 26 Maret 2019 yang lalu, warga masyarakat Dumai dan sekitarnya merasa bersuka cita atas adanya kampanye akbar tersebut, karena mereka anggap baru kali itu Kota Dumai dijadikan tempat kampanye capres dan untuk pertama kalinya.

Endang yang ditugasi dari Jakarta dan sudah tiba lebih dulu di Cirebon mengatakan warga masyarakat Gebang yang mayoritas kaum nelayan itu, juga merasa sangat bersyukur ketika mendengar kampungnya akan dijadikan lokasi kampanye akbar capres Jokowi pada Jumat 5 April 2019 lusa.

“Sebab awalnya akan dilaksanakan kampanye akbar Capres Pak Jokowi dengan mengambil tempat di Stadion Bima Cirebon yang berada di Kota Cirebon. Tapi belakangan dialihkan ke kampung saya, ya Alhamdulillah.” sela Edy Samsuri yang merupakan salah satu tokoh muda nelayan disitu yang diamini Endang, Rabu (3/4/2019).

Rokim yansalah satu pengurus PDI Perjuangan di anak cabang Gebang menimpali ini merupakan rasa syukur dan kehormatan bagi kaum nelayan Gebang.

“Mengingat kampung nelayan ini adalah setingkat dusun dan bernama Desa Gebangmekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. Sehingga merupakan suatu kehormatan bagi warga masyarakat Gebang dan sekitarnya, yang desanya kemudian dijadikan tempat kampanye akbar capres Pak Jokowi.” timpal Rokim.

Artinya, jika Kota Dumai setingkat kabupaten yang warganya suka cita terhadap kampanye akbar Jokowi sebagai capres pertama yang datang. Sementara lokasi Pantai Baro yang jadi panggung kampanye akbar capres Jokowi, sebenarnya berada di sebuah desa yang dikenal sebagai perkampungan nelayan. Menjadi wajar jika kaum nelayan Gebang merasa sangat bersyukur.

Suminta Ismail, yang anak nelayan berpendidikan tinggi berpendapat dengan Jokowi memilih dusun nelayan Gebang, karena Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan.

“Mungkin saja beliau ingin melihat Pantai Baro yang menjadi tempat sandarnya perahu tangkap itu. Pasalnya Baro itu sebagai hasil bantuan sepenuhnya dari almarhum H. Taufik Kiemas.” ungkap Suminta.

Selanjutnya Suminta menambahkan Jokowi juga ingin melihat bangunan Rumah Sakit Tanpa Kelas (RSTK) Mega Gotong Royong yang dibangun oleh DPP PDI Perjuangan yang sudah diresmikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Termasuk ingin melihat bangunan Rumah Sakit Tanpa Kelas (RSTK) Mega Gotong Royong yang dibangun oleh DPP PDI Perjuangan Ibu Ribka Tjiptaning dan sudah diresmikan oleh Ketua Umum Ibu DRHC Hj. Megawati Soekarnoputri beberapa tahun lalu. Jadi, ada momentum. Begitu pedulinya, baik almarhum Bang TK maupun Bu Mega terhadap masyarakat nelayan di Gebang. Sehingga kampanye akbar Pak Jokowi di Pantai Baro Gebang, tentunya menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kaum nelayan di Gebang dan sekitarnya.” tambahnya.

Seandainya yang hadir kampanye tidak seperti di tempat-tempat lain, salah satunya mengingat jalan dari pintu gerbang Pasar Ikan Gebang ke Pantai Baro tidaklah lebar. Menurut Pengurus Barisan Laut Relawan Jokowi-Amin (Bala Rokhmin), Teddy Syamsuri yang asal usulnya juga dari Gebang, kiranya bukan target yang disasar. Namun diharapkan sekali, yang hadir bisa memadati lapangan yang terletak di depan Pantai Baro.

Pasalnya beber Teddy Syamsuri, saat pemilihan presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014, Lima tahun lalu. Ketika itu, Jokowi berpasangan dengan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) raihan suara Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 itu, dimana Gebang termasuk wilayah pantai utara (pantura) Jawa Barat. Berhasil meraup suara 73,61 persen. Padahal ditingkat provinsi Jawa Barat, yang namanya pasangan Jokowi-JK hanya meraih suara 40,83 persen, sementara pasangan Prabowo dan Hatta Rajasa mengalahkannya dengan raihan suara 59,17 persen.

“Artinya apa? Artinya, untuk suara di Pantura Jawa Barat tidak usah diragukan lagi. Insyaallah, dimenangkan oleh pasangan calon (paslon) nomor 01. Apalagi Kyai Buntet di Mertapada akan dikunjungi Pak Jokowi sebelum beliau kampanye akbar di Gebang. Tentunya raihan suara kemenangan di daerah Cirebon semakin meningkat dan kian mantap.” pungkas Teddy Syamsuri optimis seraya menyarankan kepada aktivis Bala Rokhmin agar jangan sampai lengah juga.

Editor : YES