IBC, SIMALUNGUN – Karyawan pimpinan, karyawan 16 kebun PTPN IV di Simalungun dan beberapa karyawan dari Kebun PTPN IV di Asahan dan masyarakat sekitar Kebun Bah Jambi, berbondong bondong menghadiri Israk Mikraj PTPN IV yang diselenggarakan di Mesjid Taqwa, Bah Jambi, Simalungun, Sumatera Utara.

Sebagaimana yang disampaikan Edi Usman, General Manager sekaligus selaku tuan rumah, Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan luar biasa Rasulullah agar umat Islam mampu mengerjakan sholat lima waktu.

“Kami berharap, hadirin dapat memetik pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj yang secara nalar sulit diterima, namun keimanan kita kepada Allah yang menjadi petunjuk agar kita tetap di jalannya,” terang dia.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia, Rudi Simatupang menyampaikan terimakasihnya atas kerjasama dan partisipasi semua pihak, baik panitia, para manejer, karyawan pimpinan dan pelaksana yang sudah datang jauh-jauh ke Bah Jambi dengan disambut hujan rintik-rintik bak setawar sedingin yang diridhoi Allah SWT.

Sementara itu, Kapolres Simalungun, AKBP Liberty Panjaitan juga turut menyampaikan pesannya, agar Pemilu damai dan masyarakat ramai-ramai ke TPS memilih jagoannya.

Secara khusus, ucapan terimakasih disampaikan panitia dan tuan rumah kepada Komisaris Independen, Osmar Tanjung yang hadir dan turut berpartisipasi demi terselenggaranya Isra Mi’raj, di Masjid Taqwa, Kebun Bah Jambi, Selasa, (2/4/2019) malam.

Almukarom Ustadz H Amran Saragih MA, penceramah yang diundang khusus dari Jakarta menyampaikan tausiahnya dengan renyah dan santun dihadapan 2000-an jamaah.

Tema Isra Mi’raj ‘Aku, Kamu Satu Hati untuk Indonesia yang Rahmatan Lil’ Alamin’, dibuka dengan ‘tausiah menggugah dalam kesadaran dan memperteguh keyakinan kita terhadap Allah bahwa kita diberi otak dan hati agar bisa menjadi manusia yang berakhlak’.

“Ada tiga hal pokok yang membuat kita terhindar dari fitnah dan penyakit agar dibukakan pintu syurga oleh Allah SWT. Hindari maksiat dan buruk laku dalam tiga hal ini. Pertama, sombong (kibrun), ini awal perbuatan iblis yang tak mau sujud ke Adam,” ujar Ustadz Amran.

Kedua, lanjut dia, rakus (khirsun) ini awal berbuat Adam dan Hawa yang tak mampu menahan nafsu memakan buah khuldi dan ketiga, iri dengki (hasad). Ini awal berbuat anak Adam, Kabil yg membunuh Habil saudara kandungnya.

Ia juga menambahkan, Adam selalu mohon ampun kepada Allah karena godaan Iblis. Adam tidak pernah menyalahkan Iblis. Adam menyalahkan dirinya yang lalai terhadap ajaran Allah.

“Oleh sebab itu, mari kita satukan hati untuk Indonesia yang rahmatan lil’alamin. Hindari fitnah, hindari buruk sangka, hindari sombong, hindari tamak dan rakus agar kita dapat mencapai akhlakul kharimah,” pungkasnya.

Editor : DR