IBC, JAKARTA – Sehubungan dengan maraknya lembaga survei mempublikasikan tingginya angka golput bagi pemilih milenial pada gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, banyak tokoh meminta pemilih milenial untuk tidak golput.

Tidak senada dengan hasil survei dan para tokoh, pengusaha muda sekaligus caleg DPRD DKI Jakarta, Saweri mengatakan bahwa pemilih milenial tahu mana pemimpin yang baik dan harus dipilih.

“Menurut Saya, pemilih milenial tahu mana pemimpin yang wajar dan wajib mereka pilih serta yang tidak wajib mereka pilih,” ungkap caleg DPRD DKI Jakarta Dapil Jakarta Pusat itu.

Menurut Saweri pemilih milenial punya peranan penting dalam gelaran Pilpres dan Pileg 2019. Pemilih milenial sudah menentukan pilihannya karena ke depan arah bangsa ini ditentukan oleh generasi milenial.

Selain itu, pemilih milenial juga tahu mana pemimpin yang mengetahui dan mengakomodir kepentingan generasi milenial, namun bukan berarti pemilih milenial tidak ada yang golput.

“seperti yang kita ketahui bahwa gelaran pilpres ini juga menjadi hari libur nasional. Jadi, terdapat pemilih milenial yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berlibur daripada memilih,” tambah Saweri.

Karena itu, ia bersama para relawan Jokowi menggelar acara nonton bareng (nobar) Debat Keempat Capres dan Cawapres sambil berdiskusi dengan pemilih milenial di cafe miliknya, Djakarta Cafe di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat.

Dengan mengusung tagar MilenialPilih01, acara nobar ini bertujuan agar pemilih milenial yang menentukan pilihan pada pasangan capres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin untuk mengajak pemilih milenial lain yang belum menetapkan pilihannya agar mementingkan dan menggunakan hak pilihnya pada Pilpres dan Pileg 2019.

Sementara itu, pemilih milenial yang turut serta dalam nobar debat Keempat Capres dan Cawapres memiliki pendapat sendiri mengenai peranan pemilih milenial dalam Pilpres 2019.

Pegawai di salah satu BUMN, Gisel (25) mengatakan, milenial harus memilih untuk mengukur kedewasaan dalam menentukan pilihan serta menghilangkan persepsi banyak orang, bahwa generasi milenial tidak peduli sama isu-isu politik.

Soal pilihan, Gisel menjatuhkan pilihannya pada pasangan capres dan cawapres nomor urut satu. Menurutnya, pasangan ini adalah pasangan yang mengakomodir dan mengerti kepentingan milenial.

“Jokowi adalah presiden yang menerapkan berpakaian santai, sepatu sport, pecinta musik metal dan lain sebagainya. Jokowi juga sangat mensupport pengusaha-pengusaha muda (fintech khususnya) dan dekat dengan para youtuber serta gamer saat ini,” ungkap gadis berdarah Batak ini.

Sementara itu, mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Dafa (19) mengatakan, milenial harus menggunakan hak pilihnya karena satu suara dapat menentukan masa depan Indonesia untuk lima tahun mendatang.

Senada dengan Gisel, Dafa pun menjatuhkan pilihannya pada pasangan capres dan cawapres nomor urut satu karena dari kedua pasangan capres dan cawapres, Jokowi adalah capres yang paling dekat dengan kalangan milenial.

“Pak Jokowi itu belajar mengenal karakter generasi milenial dari anaknya (Kaesang Pangarep). Makanya Pak Jokowi biasa pakai motor chooper, pakai jaket gaul layaknya generasi milenial,” kata Dafa.

Dafa juga mengungkapkan bahwa apa yang dikenakan Jokowi selalu menjadi tranding topik dan booming di kalangan milenial. Masih menurut Dafa, Jokowi juga akrab dengan usaha online generasi milenial.

“Apa yang dipakai Pak Jokowi selalu menjadi tranding topik di media sosial. Misalnya, ketika Pak Jokowi memakai jaket bomber. Jaket itu kan jadi tranding topik dan laris di pasaran. Pak Jokowi juga dekat dengan usaha kaum milenial seperti Gojek dan Bukalapak,” tandas Dafa.

Editor : DR