IBC, JAKARTA – Untuk memastikan kerja sama antara pemerintah dengan ekosistem dalam membangun ekonomi digital berorientasi jangka panjang, pagi tadi (5/4) telah dilaksanakan penandatanganan akta Yayasan NextICorn oleh Menteri Kominfo Rudiantara dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Yayasan NextICorn didirikan dengan tujuan untuk melembagakan keberlangsungan kerja sama antara pemerintah dengan ekosistem yang diwakili oleh tokoh-tokoh yang telah memberikan warna bagi wajah ekonomi digital di Indonesia melalui program-program NextICorn selama ini, termasuk para founder dari startup unicorn di Indonesia, yakni William Tanuwijaya dari Tokopedia; Nadiem Makarim dari Gojek; dan Achmad Zaky dari Bukalapak.

Pembentukan yayasan menunjukkan semangat pemerintah untuk menjadi fasilitator, menjadi pendorong bagi pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem digitalnya sendiri, yang pada gilirannya akan menjadi penopang utama bagi tumbuhnya ekonomi bangsa secara keseluruhan.

Dalam sambutannya, Menteri Kominfo mengatakan bahwa Yayasan NextICorn diinisiasi oleh industri, dijalankan oleh industri dan untuk industri. Ia berharap yayasan tersebut mampu memfasilitasi startup Indonesia menjadi unicorn, dan terus dikembangkan untuk memfasilitasi unicorn menjadi decacorn.

“Pembentukan Yayasan NextICorn menunjukkan bahwa para tokoh dalam ekosistem ini bekerja dengan hati, bukan hanya berorientasi kepentingan dan keuntungan jangka pendek masing-masing. Langkah mendirikan yayasan merupakan bagian dari proses pembangunan ekosistem jangka panjang yang berkelanjutan sehingga industri ekonomi digital dapat berkembang lebih cepat dan lebih baik,” jelasnya.

Fasilitas yang disediakan oleh NextICorn tidak hanya dalam hal akses bertemu dengan pemodal ventura idaman, namun juga membuka kesempatan pendanaan, teknologi, pemasaran, maupun dukungan model usaha.

Para anggota board sepakat bahwa pembentukan yayasan adalah langkah tepat untuk mengelola dan melakukan kegiatan-kegiatan lainnya untuk memfasilitas percepatan lahirnya sejumlah unicorn Indonesia yang baru.

Senada dengan Menteri Kominfo, Thomas juga menyampaikan optimismenya tentang keberadaan Yayasan NextICorn.

“Yayasan ini adalah kendaraan bagi startup untuk bisa tumbuh dan meminimalisasi efek dari fenomena ‘buble burst’. BKPM akan berpartisipasi aktif, tidak hanya menjadi pembina yayasan, namun juga membantu dari segi sponsorship maupun dukungan-dukungan lainnya,” ujarnya.

NextICorn adalah sebuah kerjasama antara industri (swasta) dan pemerintah yang mencari startup-startup terbaik di Indonesia yang siap menerima investasi baik asing maupun dalam negeri.

Dibentuk tahun 2017 berdasarkan gagasan bersama, Menteri Kominfo memutuskan untuk mengajak empat perusahaan startup Indonesia yang kala itu baru berkembang – Gojek, Tokopedia, Traveloka, MatahariMall, dan Kaskus ke Silicon Valley dan memperkenalkannya kepada para pemimpin dan investor digital tingkat satu di sana.

Sejak saat itu, NextICorn terus mencari calon-calon unicorn baru di Tanah Air, dan menemui para calon investor asing di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Tiongkok, Singapura, Korea Selatan dan Jepang.

Tahun 2018, NextICorn menggelar dua pertemuan internasionalnya di Bali. Pada pertemuan keduanya di bulan Oktober 2018, NextICorn berhasil memfasilitas lebih dari 1.000 pertemuan dalam dua hari antara 100 startup yang paling potensial untuk menerima investasi dengan 125 pemodal ventura berkaliber atas, baik asing maupun dalam negeri.

Ke depannya, melalui Yayasan NextICorn, akan lebih banyak dihadirkan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan keberadaan calon unicorn baru melalui kegiatan rekrutmen, konvensi, hingga summit.

Pencapaian NextICorn juga telah mendapat pengakuan dari dunia asing. Semuel menyampaikan bahwa program NextICorn telah menjadi program ASEAN, dan sudah menerima permintaan studi banding dan adopsi dari beberapa negara di antaranya Korea, Amerika Serikat, dan Arab Saudi.

Editor : RA