IBC, PALEMBANG – Koordinator Wilayah Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Korwil JAPRI Sumsel) segera memetakan Kerawanan Pemilu 2019 di Sumsel. Ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) JAPRI yang telah diselenggarakan di Surabaya Jawa Timur, Kamis (04/04) kemarin.

Hal ini diutarakan oleh Pengurus Koordinator Wilayah JAPRI Sumsel, saat diwawancarai awak media di Lord Cafe Kampus Palembang, Jum’at (05/04/2019).

“Sebagai Korwil, kami akan menindaklanjuti rekomendasi dan hasil dari Rakornas, yaitu Pemetaan Kerawanan Pemilu di Provinsi Sumsel. Pemetaan kerawanan ini merupakan salah satu fungsi yang kami jalankan sebagai Lembaga Pemantau independen,” ujar Haris Saputra Ketua Korwil JAPRI Sumsel.

Lanjutnya, mengacu pada Hasil Indeks Kerawanan Pemilu tahun 2019 (IKP 2019) yang dirilis Bawaslu RI. Walau Provinsi Sumsel tidak masuk sebagai kategori daerah yang tingkat kerawanannya di atas rata-rata Nasional, namun hal ini bukan berarti mengenyampingkan potensi-potensi kerawanan yang mungkin dan bisa terjadi di Sumsel.

“Sesuai rekomendasi Rakornas, Pemetaan ini akan dibagi menjadi tiga Grade Kerawanan, yaitu Kerawanan Grade A, Grade B, dan Grade C.” jelas Haris.

Haris menambahkan Kerawanan masing-masing Grade berbeda masalah yang dapat ciptakan kerawanan.

“Dimana Kerawanan Grade A meliputi Konflik antar Kelompok Pendukung, Money Politik, dan Konflik SARA. Sedangkan Kerawanan Grade B meliputi Ujaran Kebencian, Hoax, Cyber War yang banyak terjadi di Sosial Media. Dan Kerawanan Grade C meliputi Pelanggaran terkait APK,” ujarnya lagi.

Sementara itu, John Kenedy Sekretaris Korwil JAPRI Sumsel menambahkan bahwa hasil pemetaan ini bisa menjadi tolak ukur keberhasilan penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Tentunya berbagai macam bentuk pelanggaran yang terjadi pada praktik Penyelenggaraan Pemilu tahun ini perlu di inventaris, dan bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi, agar pelaksanaan Pemilu maupun gelaran Pilkada yang akan datang dapat menjadi lebih baik,” ujar John.

Editor : YES