IBC, MINAHASA – Benteng Moraya berada di Tondano Barat, Minahasa, Sulawesi Utara dan menjadi bukti sejarah dari perjuangan terakhir rakyat Minahasa.

Sebagai salah satu objek dan daya tarik wisata (tourism attraction and destination) Kabupaten Minahasa yang bernilai sejarah.

Bangunan ini berbentuk menara pengintai yang terdiri dari 4 (empat) lantai menjulang tinggi seolah mengingatkan era kejayaan Tou Minahasa jaman dahulu.

Destinasi wisata ini belum lama dibangun berdasarkan riset dan tulisan sejarah yang menceritakan bahwa tempat berdirinya Benteng Moraya ini pernah terjadi perlawanan sengit berhadapan orang minahasa dengan kaum kolonial Belanda.

Pertempuran yang terjadi di tahun 1861 ini merupakan salah satu perang terhebat yang tidak sedikit memakan korban jiwa, raga dan darah namun para pentua Minahasa dengan gigih berhasil mempertahankan wilayah Benteng dan pemukiman BinaWanua (kampung pertama di Tondano).Sekalipun dikepung oleh tentara kolonial Belanda namun para pentuah Minahasa tetap mempertahankan Benteng Moraya dan pada akhirnya menjadi wilayah pertumpahan darah dimana air sungai dan danau berubah menjadi merah disebabkan karena banyak pentuah Minahasa yang terbunuh.