IBC, BEIJING – Tiga film andalan Indonesia yaitu Yowis Ben, Keluarga Cemara dan Love for Sale berhasil melewati seleksi dan ikuti ajang The 9th Beijing International Film Festival (BIFF) yang diselenggarakan pada 13 – 20 April 2019.

“Kehadiran Film Indonesia pada Festival ini menjadi bukti bahwa industri perfilman Indonesia mampu menghasilkan film-film yang berkualitas dan mampu bersaing dengan film-film asing lainnya di ajang internasional,” Demikian disampaikan Dubes Djauhari dalam sambutannya pada penayangan film Yowis Ben di Lumiere Cinema, Beijing, melalui keterangan tertulisnya staf KBRI Beijing yang diterima redaksi, Minggu (14/4/2019).

Dubes RI juga mengapresiasi China Film Group, Huaxia Film Distribution, China Media Group, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia termasuk Red and White China yang telah membantu promosi film Indonesia di Tiongkok hingga berhasil menembus BIFF 2019.

Sekitar 200 penonton dari tokoh-tokoh industri film, kalangan pemerintah Tiongkok, akademisi, sineas muda, mahasiswa asing, media, serta masyarakat Tiongkok dan Indonesia antusias menyaksikan pemutaran film ini.

Ketiga film tersebut berhasil melalui serangkaian seleksi yang ketat dari pihak BIFF, dan mampu sejajar dengan lebih dari 500 film dari seluruh dunia dan ditayangkan secara komersial di Layar Lebar Beijing.

“Ini merupakan suatu kemajuan positif mengingat Tiongkok sangat selektif dan ketat dalam hal sensor film-film asing,” kata Dubes.

BIFF telah diselenggarakan sejak tahun 2011 dan didukung serta disponsori penuh oleh State Administration of Press, Publication, Radio, Film and Television RRT dan Pemerintah Kota Beijing. Festival ini juga merupakan festival film bertaraf internasional terbesar di Tiongkok, dan salah satu festival film ternama di dunia.

Kegiatan pemutaran film Indonesia pada kesempatan BIFF merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan industri perfilman di Tiongkok. Partisipasi film Indonesia pada BIFF akan menjadi bukti kompetensi dan prestasi para sineas Indonesia yang kompetitif serta memperkenalkan kemajuan industri film Indonesia di dunia internasional.

Usai pemutaran film, tiga orang penonton yang berhasil menjawab pertanyaan seputar film Yo Wis Ben mendapat souvenir khas Indonesia.

Editor : DR