Menjadi Referensi Mendunia

Tak Bisa Gunakan Hak Suaranya, Relawan Poros Benhil Tuntut PPLN Belanda

IBC, DEN HAAG – Ditengah cuaca dingin dan ditambah hujan es bersuhu minus dua derajat Celcius tidak mengurangi antusias WNI di Den Haag mengunakan hak suaranya. Sebanyak ribuan Warga Negara Indonesia yang datang dari berbagai pelosok daerah di Belanda antri berjam-jam untuk bisa mencoblos di TPS yang ditempatkan di Sekolah Indonesia yang ada di Den Haag.

“Sebanyak ribuan orang dari 11.744 orang terdaftar DPTLN Belanda tidak bisa menyalurkan hak suaranya setelah antri berjam-jam meski sudah disediakan lima TPS dan dibuka dari jam 09.00 CET,” ujar Kordinator Luar Negeri Belanda Poros Benhil Rina Elfisita, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (15/4/2019).

Menurutnya, bahwa Ketua PPLN Den Haag 2019 yang juga ketua PPLN mengakui bahwa pada pemilu 2019 bahwa partisipasi pemilih pada pemilu 2019 meningkat drastis dibandingkan 2014. Tahun 2014, partisipasi warga dalam Pilpres yang datang ke TPS sebanyak 2.328 orang, sementara tahun 2019 sebanyak 4.530 orang, “Itu berarti meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan Pilpres 2014,” jelasnya.

Sambung dia menjelaskan, namun sangat disayangkan, ditengah antusias WNI di Belanda mengunakan hak suaranya ternyata Panitia PPLN Belanda gagal menampung keseluruhan pemilih yang sudah antri berjam-jam (sampai 5 jam) ditengah suhu dingin minus 2 derajat celcius.

“Karena banyak orang tua maupun ibu-ibu hamil yang tidak kuat menahan dingin dan hujan es yang menusuk sampai ke tulang sum-sum sehingga banyak WNI yang sudah datang ke TPS terpaksa balik badan pulang,” ungkap Rina.

Lebih lanjut ia menyampaikan, demi melindungi hak suara WNI di Belanda sebagaimana tertuang pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu telah menjamin hak pilih setiap warga negara dalam pemilihan umum.

“Kami dari relawan Poros Benhil menuntut agar Panitia PPLN Belanda untuk memberikan ruang dan waktu kembali kepada WNI yang datang pada tanggal 13 April 2019 kemarin di Den Haag yang tidak sempat mengunakan hak suaranya karena antrian panjang dan cuaca dingin supaya diberikan waktu dan ruang kembali untuk bisa mengunakan hak suaranya pada tanggal 17 April 2019 sebelum penghitungan suara,” tutup Rina.

Editor : DR

Komentar
Loading...