Menjadi Referensi Mendunia

Bawaslu Talaud Akan Tindak Tegas Peserta Pemilu Yang Lakukan ‘Money Politics’!

IBC, TALAUD – Dalam dunia politik Indonesia, serangan fajar adalah istilah yang digunakan untuk menyebut bentuk politik uang (money politic) dalam rangka membeli suara yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang untuk memenangkan calon yang bakal menduduki posisi sebagai pemimpin politik.

Di Kabupaten Kepulauan Talaud, hal seperti ini sudah bukan rahasia publik lagi. Ada beberapa kasus yang pernah ditangani Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud terkait kasus politik uang tersebut.

Untuk meminimalisir kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi pada Pemilu 2019, Komisioner Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud Bidang Hukum dan Pengawasan, Tevi C. Wawointana menegaskan, apabila ada oknum-oknum yang melakukan money politics akan ditindak tegas sesuai regulasi yang ada.

“Kalau tindakan-tindakan tersebut melakukan money politics, ya akan kami tindak tegas sesuai aturan-aturan atau regulasi yang sesuai dengan pasal-pasal hukum pidana yang ada di Undang-Undang No. 7 Tahun 2017,” tegas Wawointana saat ditemui Indonesia Berita, di ruang kerjanya, Senin (15/4/2019) kemarin.

Wawointana menjelaskan, sejauh ini Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud belum ada temuan terkait kasus tersebut.

“Sejauh ini untuk Kabupaten Kepulauan Talaud, sudah banyak yang melapor sih A, sih B, sih C yang kemungkinan melakukan serangan fajar (money politic), tetapi setelah kami melakukan investigasi di lapangan, hal-hal tersebut belum terbukti, apa yang dilaporkan itu belum ada,” beber Tevi sapaan akrabnya.

Ia menyampaikan, mulai dari hari pertama masa tenang Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud telah melaksanakan program patroli pengawasan. Patroli pengawasan itu bertujuan untuk memonitoring dan mempersempit ruang dari oknum-oknum yang bermaksud tidak baik yang menggunakan masa tenang untuk melakukan politik uang.

“Namun, apabila ditemukan dan terdokumentasikan disertai bukti-bukti yang lengkap, tentu saja akan kami tindak sesuai regulasi yang ada,” tegas Tevi lagi.

Selain melaksanakan patroli pengawasan dan memberikan sosialisasi, dikesempatan tersebut Wawointana menghimbau agar masyarakat juga ikut melakukan pengawasan partisipatif pada Pemilu nanti.

“Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud dan jajaran dibawahnya terus melakukan patroli pengawasan dilapangan. Kami menghimbau agar ada pengawasan partisipatif dari masyarakat,” harapnya.

Karena menurutnya, masyarakat juga mempunyai tanggungjawab untuk mensukseskan Pemilu 2019. Bukan hanya tanggungjawab penyelenggara, tetapi tanggungjawab kita bersama.

“Marilah kita bersama-sama melakukan pengawasan partisipatif. Apabila ditemukan atau melihat ada kejanggalan dalam Pemilu 2019, dan adanya peluang untuk melakukan money politik. Dokumentasikan dan laporkan! Kami akan menerima 1 x 24 jam setiap laporan yang ditujukkan ke Bawaslu,” pungkas Wawointana.

Editor : YES

Komentar
Loading...