Menjadi Referensi Mendunia

Disinyalir Terkontaminasi Hoax dan Paham Radikal, Ulama Banten Ini Turun Gunung ‘Tabayyun’

IBC, PANDEGLANG – Ulama kharismatik asal Cinangka, Serang, Banten, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) TQN Al-Mubarok, KH. M Yusuf Prianadi Kartakoesoema, perangi hoax sejak maraknya informasi sesat yang beredar di masyarakat. Ia dan jajarannya dari kampung ke kampung, desa ke desa hingga ponpes ke ponpes sosialisasi meluruskan berita miring yang selama ini menimpa presiden Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin, di Banten.

Melalui muridnya Dicky Nurmansyah menyampaikan kepada pewarta Indonesia Berita, bahwa gurunya KH. M. Yusuf Prianadi Kartakoesoema meskipun sakit ia terus berjuang memberantas hoax di Banten, “kami terus mendampingi beliau memerangi hoax dari desa ke desa, dan dari ponpes ke ponpes, bahkan ulama-ulama yang terkena hoax juga menjadi sasaran kami untuk memberikan pencerahan informasi yang sebenarnya,” ujar Dicky kepada pewarta Indonesia Berita, di Serang, Senin (15/4/2019).

Sebelumnya menurut Dicky, gurunya resah dengan kondisi politik akhir-akhir ini, apalagi ditambah ada indikasinya para ulama, santri dan masyarakat sudah terkontaminasi dengan berita hoax dan paham radikal.

Nonton Juga : Video Youtube KH. M. Yusuf Prianadi Perangi Hoax dimasyarakat!

“Ya, akhir-akhir ini memang beliau turun langsung dengan suasana politik yang begitu meresahkan, hingga beliau turun tangan membenahi umat Islam khususnya di Serang, Banten, berdialog (Tabayyun) dengan para ulama, santri dan masyarakat disinyalir keras kena hoax dan paham radikal,” terang Dicky.

Dicky juga menambahkan, kemarin KH. M. Yusuf Prianadi juga mengatakan, bahwa ingin umat Islam di Indonesia khususnya Banten tidak mudah percaya pada berita-berita hoax atau berita media sosial yang belum tentu kebenarannya. “Jika kita mudah percaya maka saya bingung akan ke-Ilmu-an seorang ulama yang mudah percaya akan pemberitaan medsos saja,” ujar Dicky menirukan perkataan gurunya.

Sambung dia, maka beliau mengajak seluruh warga negara khususnya umat Islam untuk tidak mudah terprovokasi serta mau diadu domba, jika mendengar berita-berita yang memprovokasi, lebih baik kata dia utamakan tabayyun.

“KH. M. Yusuf Prianadi juga menyampaikan kepada kami murid-muridnya, bahwa hingga akhir hidupnya ia akan pertaruhkan harta serta jiwa raganya untuk mempertahankan kerukunan umat beragama serta kedaulatan NKRI harga mati,” pungkas pria yang berjuang untuk Agama dan negara ini.

Penulis : M. Rohim

Editor : DR

Komentar
Loading...