IBC, JAKARTA – Upaya yang dilakukan Prabowo-Sandi mengklaim kemenangannya dengan mengadakan acara syukuran kemenangan adalah upaya membangun persepsi publik, inilah yang disebut kebohongan publik, sebuah kebohongan yang terus menerus dilakukan. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Rakyat Nasional (Korbas)-Jokowi, Akhrom Saleh, melalui pesan singkat Whatsappnya kepada redaksi Indonesia Berita di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

“Seperti apa yang kami sampaikan sebelumnya, sebaiknya Prabowo-Sandi dan BPN menghargai hasil penghitungan akhir KPU pada tanggal 22 Mei nanti. Inilah yang kami sebut kebohongan publik, mereka sama saja tidak percaya penyelenggara pemilu, masa belum ada pengumuman KPU sudah merayakan kemenenangan?” ujar Akhrom.

Lanjut Akhrom, belajar dari pengalaman tahun 2014 yang lalu Prabowo dan pihaknya pernah melakukan hal itu, namun kenyataannya Prabowo-Hatta kalah. Bahkan sambung Akhrom, TV One pun sekarang tidak berani lagi mengumumkan kebohongan publik.

Akhrom juga menambahkan, “Sekarang jaman canggih masyarakat jangan percaya apa yang dilakukan Prabowo-Sandi, jejak digitalnya ada, coba cari di goegle,” tegas Akhrom.

Ia juga menyampaikan, mendukung aparatur negara TNI-Polri bila ada pihak-pihak yang memprovokasi apalagi mengajak dan sengaja memobilisasi massa untuk menolak hasil Pemilu 2019.

“Kami justru bingung, mereka hari ini rayakan kemenangan, kemarin gak percaya dengan hasil pemilu, jadi maunya apa, gak konsisten, jangan menggiring opini masyarakat menjadi sesat,” pungkas Akhrom

Penulis : FA

Editor : RA