Menjadi Referensi Mendunia

Mengawal Pemilu Damai, Menhan: Hingga Akhir Dilantiknya Pemimpin yang Sah

IBC, JAKARTA – Tugas pokok tentara yaitu sebagai satu-satunya simpul dan benang perekat persatuan nasional, yang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Semua terikat dengan sumpah dan janjinya dalam Sapta Marga dan Sumpah Prajurit untuk senantiasa menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI, ideologi negara Pancasila sampai titik darah penghabisan.

Hal tersebut dikatakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan pengarahan kepada 700 Prajurit Kodam III/Siliwangi. Rabu (24/4/2019) kemarin. Menhan dan rombongan disambut langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono dan staf di Aula Graha Tirta Siliwangi, Bandung, Jawa Barat.

Rakyat Indonesia telah melaksanakan pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Pemilu Legislatif. “Tugas kita bersama adalah untuk mengawal tahapan Pemilu yang sudah berjalan dengan damai, hingga ketahap akhir dilantiknya pemimpin Indonesia yang sah dan konstitusional sesuai amanah Undang-Undang,” ungkap Menhan.

Sebagai aparat pertahanan dan keamanan negara, TNI harus terus mengamati berbagai dinamika dan perkembangan situasi nasional dengan seksama, karena apabila tidak diwaspadai bersama akan dapat mengimbas serta mempengaruhi stabilitas keamanan nasional.

“TNI senantiasa mengedepankan profesionalisme dalam mengimplementasikan perannya sebagai bagian dari sistem ketata-negaraan,” tegas Menhan.

Oleh karenanya, TNI harus selalu menjaga netralitasnya dan selalu berpegang teguh pada prinsip untuk menempatkan kepentingan negara di atas segalanya demi menjaga tetap kokohnya persatuan dan kesatuan.

Editor : DR

Komentar
Loading...