IBC, RANTAU PRAPAT – Mengingat banyaknya petugas KPPS yang meninggal dan sakit pasca pemungutan suara pada Pemilu 2019 alangkah baiknya jika sistem pemilihan umum kedepan dipisah antara pemilihan serentak nasional dengan pemilihan serentak daerah

“Sampai Jum’at, 26 April 2019, jumlah korban jiwa akibat kelelahan dan menanggung beban yang berat dalam proses penghitungan suara yang mencapai 225 orang. Ditambah ratusan orang lainnya yang sakit, alangkah baiknya jika sistem pemilihan umum kedepan dipisah antara pemilihan serentak nasional dengan pemilihan serentak daerah,” ujar Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015, Dr. Hamdan Zoelva, saat menjadi narasumber dalam acara Silaturrahmi Dialog Kebangsaan dengan tema “Problematika Pemilu 2019 dalam Perspektif Hukum Positif” di Restoran Keraton, Jalan Sisingamangaraja, Rantau Prapat, Sumatera Utara, Jum’at (26/4/2019).

Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam ini menambahkan harus ada pemisahan antara pemilu nasional dan daerah.

“Tujuannnya adalah untuk fokus kampanye daerah dan nasional. Kalau seragam ya kepentingan nasional semua, padahal kepentingan daerah berbeda-beda,” tutur Hamdan.