IBC, TALAUD – Pasca penangkapan dan penetapan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM) sebagai tersangka pada Selasa, 30 April lalu atas kasus suap Proyek Revitalisasi Pasar Beo dan Pasar Lirung di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun menggeledah rumah kediaman milik SWM yang ada di Kelurahan Beo, Kecamatan Beo, Jumat (3/5/2019) kemarin.

Dengan menggunakan dua buah mobil, tim KPK tiba di kediaman SWM sekitar pukul 13.50 WITA. Penggeledahan rumah milik Bupati perempuan pertama di Kepulauan Talaud ini, sontak menarik perhatian warga.

Sekalipun dilakukan secara tertutup, namun warga tetap antusias untuk melihat proses penggeledahan yang dilakukan KPK tersebut.

Setelah kurang lebih dua jam melakukan proses penggeledahan, KPK menyita dua buah handphone milik SWM.

“Tim dari KPK membawa dua buah smartphone milik Ibu Bupati, masing-masing jenis Iphone dan Samsung,” tutur Deddy Manaida, salah satu kerabat SWM yang ikut serta dalam penggeledahan tersebut.

Selain melakukan penggeledahan di dalam rumah SWM dan menyita dua buah Handphone, KPK juga memeriksa isi mobil rubicoon milik SWM yang diparkir diseberang rumahnya.

“Kami menilai penggeledahan dari KPK ini bersifat subyektif dan sangat baik. Dan pihak keluarga juga ikut kooperatif dalam penggeledahan ini,” tambah Manaida

Setelah melakukan penggeledahan, KPK keluar dari rumah SWM sekitar pukul 16.12 WITA dan langsung berangkat menuju Melonguane dengan membawa sebuah koper berwarna abu-abu.

Diketahui, sebelum melakukan penggeledahan di rumah kediaman SWM, terlebih dahulu tim KPK sudah melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Kepulauan Talaud tepatnya di ruang kerja SWM dan juga beberapa SKPD, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, Kantor BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Editor : YES