Menjadi Referensi Mendunia

DAG: Dianggap Memadamkan Cahaya Allah, Polri Sasaran Utama Teroris JAD Lampung

IBC, JAKARTA – Ketua DPP DAG Bidang Kontra Radikalisme dan Terorisme Ken Setiawan mensinyalir aksi teroris JAD Lampung belakangan ini masih tahapan awal saja, sebab diprediksikan aksi itu akan terus bergulir sampai target mereka membunuh pimpinan kepolisian tercapai.

“Teroris menganggap polisi menghalang-halangi perjuangan mereka dalam menegakan Khilafah, polisi juga dianggap telah menangkap teman-teman para teroris, bahkan polisi dianggap memadamkan cahaya Allah karena membunuh para mujahid versi teroris,” ujar Ken dikonfirmasi awak media, Senin (6/5/2019) kemarin.

Di mata teroris, sergahnya kemudian, Indonesia adalah negara yang ‘thaghut’ atau menyembah selain Allah yaitu Pancasila. Oleh karena itu, teroris menganggap siapapun yang mengabdi pada NKRI adalah kafir.

“Polisi dianggap antek-antek negara, kafir. Teroris menganggap Indonesia negara thoghut, siapapun anteknya, iblis, setan,” jelasnya.

Ken juga menyatakan, sel-sel tidur para teroris masih aktif dan mereka mempunya ketrampilan merakit senjata dan bom, bila satu saja meledakan tempat keramaian meledak pasti akan menghebohkan negeri ini.

Untuk itu, dia berharap polri dapat melakukan tindakan tegas terhadap pelaku teroris dan lebih aktif melakukan pencegahan kepada masyarakat dikarenakan para ideolog teroris juga menyebarkan paham radikalisme kepada masyarakat, dan diharapkan masyarakat waspada dan tidak pobia terhadap agama.

“Karena tidak dipungkiri maraknya kasus terorisme, akhirnya banyak orang tua yang melarang putra putrinya untuk belajar agama, karena takut direkrut kelompok radikal,” paparnya.

Pendiri NII Crisis Center ini pun menegaskan, Islam itu tidak radikal dan radikal bukan Islam, tidak ada agama yang mengajarkan kebencian dan kekerasan, itu hanya ulah para oknum yang memahami agama dengan pemikiran sempit sehingga menjadi radikal.

Masyarakat agar harus waspada terhadap orang yang mengaku beragama tapi mengajarkan kebencian dan permusuhan, mengkafirkan orang lain di luar kelompoknya dan lain sebagainya.

“Segera laporkan ke aparat bila ada tindakan mencurigakan di sekitar lingkungan kita, agar segera ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tutup Ken.

Editor : DR

Komentar
Loading...