Menjadi Referensi Mendunia

Tol Becakayu Rampung, Ini Waktu Tempuh Bekasi-Kampung Melayu

IBC, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penyelesaian pembangunan ruas Jalan Tol Becakayu (Bekasi – Cawang – Kampung Melayu). Dari total panjang 21 Km, sudah beroperasi sejak November 2017 yakni paket 1B dan 1C (Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna)sepanjang 8,5 Km dan sebagian paket 1A (off ramp DI Panjaitan) sepanjang 1,8 Km sejak November 2018.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pekerjaan harus tepat waktu dan mutu serta memperhatikan keselamatan konstruksi. Kehadiran Tol Becakayu bertujuan menambah panjang jalan yang melayani pergerakan komuter dari Bekasi ke Jakarta. Dengan demikian dapat mengurai kepadatan kendaraan yang menggunakan Jalan Kalimalang maupun Tol Jakarta-Cikampek.

Dengan dioperasikannya Tol Becakayu waktu tempuh akan berkurang signifikan dari Bekasi menuju Kampung Melayu dari saat ini 2 jam menjadi sekitar 30 menit.

“Apabila telah rampung seluruhnya, pengguna jalan dari Bekasi menuju Jakarta Pusat atau ke Jakarta Utara tidak perlu lagi melewati tengah kota tetapi bisa memanfaatkan Tol Becakayu,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Saat ini pekerjaan konstruksi yang tengah dikerjakan yakni sebagian Seksi 1A (koneksi Tol Wiyoto Wiyono – on ramp Pasar Gembrong) sepanjang 1,59 Km dengan progres fisik baru 10,76 % dan ditargetkan selesai akhir tahun 2019. Pembebasan lahan pada Seksi 1A telah mencapai 33,9 %.

Kemudian Seksi 2 (Jaka Sampurna-Duren Jaya) sepanjang 11 Km. Pada Seksi 2a (Jaka Sampurna – Jalan Hasibuan) sepanjang 4,12 Km, saat ini progres fisiknya mencapai 38,15 % dengan realisasi pembebasan lahan 67,33 % dan ditargetkan selesai awal tahun 2020.

Basuki mengatakan untuk trase jalan tol Seksi 2b tidak perlu dirubah meski melintasi rumah miliknya di tepatnya di Rawa Semut, Kompleks Pengairan PU, Bekasi. “Tidak perlu dilakukan realignment,” kata Basuki.

Investasi jalan tol ini sebesar Rp 7,2 triliun. Sebagai jalan tol yang dibangun di kawasan perkotaan, pembebasan lahan menjadi tantangan. Untuk mengatasi permasalahan pembiayaan ganti rugi lahan, Pemerintah memberikan dukungan dengan skema dana talangan dari Lembaga Manajemen Aset Negara.

Editor : DR

Komentar
Loading...