IBC, BENGKULU – Tak hanya datang dari pulau Jawa dan Indonesia Bagian Timur, penolakan People Power datang juga dari Pulau Sumatera khususnya Provinsi Bengkulu dimana tempat kekalahan tipis pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Penolakan terhadap People Power dari Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bengkulu, Anton Supriyanto yang mengatakan, bahwa Poeple Power tidak perlu, sebab ia merasa lucu kenapa bisa ada gerakan People Power menolak keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Menurut saya sedikit lucu, kok bisa ada gerakkan People Power menolak keputusan KPU, sedangkan menolaknya itu gak jelas, teriak-teriak curang tapi curangnya di mana?” ujar Anton di Bengkulu, Jumat (17/5/2019).

Lebih lanjut pria yang juga Anggota Kesatuan Alumni HMI (KAHMI) ini menyampaikan, proses rekapitulasi yang sebenarnya dari TPS, PPK sampai KPU.

“Karena proses rekapitulasi yang sebenarnya dari TPS ke PPK sampe ke KPU, kalau ada kecurangangan kan saksi bisa protes diwaktu Pleno di PPK tingkat Kecamatan,” ucap Anton.

Anton melanjutkan, teriak curang tapi tidak mengerti apa yang dicurangi, “jadi intinya menurut saya sedikit memaksakan kehendak. Mereka selaku peserta pemilu harus bikin gerakan People power untuk menolak keputusan KPU,” pungkas pria yang juga Dewan Nasional Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) ini.

Editor : DR