Kemarin People Power Sekarang GKR, Kenapa?

IBC, JAKARTA – Jelang penetapan hasil resmi KPU, kubu paslon 02 kembali lakukan manuver politiknya. People power yang kerap didengungkan berganti jubah menjadi Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR).

“Saya juga katakan people power, rupanya petahana dan rezimnya ngeri dengan people power, kok bahasa asing, kita ganti dengan kedaulatan rakyat,” ucap Amien Rais saat deklarasi di Rumah Perjuangan Rakyat, di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (17/5/2019).

“Kami jangan ditakut-takuti dengan bedil, meriam, panser, tank. Bagi rakyat hanya abal-abal, tak pengaruhi kita,” lanjut Amien.

Baca juga: People Power Paslon 02, Alumni Menteng 64: Jangan Mengatasnamakan Rakyat
Masih ditempat yang sama anak mantan presiden Soeharto, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menegaskan gerakan ini akan kerahkan massa jelang pengumuman hasil KPU.

“Tanggal 21, 22, mungkin 20, 21, 22. Insya Allah banyak. Tidak seperti 212 tapinya cukup banyaklah,” ujar Titiek.

Lebih lanjut, “Kalau pemerintah mengerahkan aparat 160.000 TNI, seratus sekian ribu polisi, Insya Allah massa kita lebih dari itu,” tegas anak mantan presiden Soeharto tersebut.

Baca juga: ‘Die Hard’ Jokowi Ajak Masyarakat Jangan Terpancing Hoaxs dan Hargai KPU
Tedjo Edhy Purdijatno, mantan Menko Polhukam yang turut hadir dalam acara deklarasi tersebut ikut bicara, “gerakan rakyat ini bukan makar, ini gerakan kedaulatan rakyat ingin menuntut keadilan, kebenaran, dan kejujuran dari penyelenggara pemilu,” kata Tedjo Edhy.

Seperti diketahui, Gerakan Kedaulatan Rakyat akan melancarakan aksi massanya di Bawaslu pada tanggal 20 dan 21 Mei. Kemudian aksi puncak pada keesokan harinya dilangsungkan di KPU.

Editor: Yes