IBC, JAKARTA – Kebiasaan atau tradisi setiap daerah di seluruh pelosok negeri dalam menyambut bulan suci ramadan sangat beragam, dari mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa, sampai dengan kebiasaan unik lainnya, tergantung dengan adat istiadat budaya setempat.

Begitu juga dengan masyarakat Papua, dalam menyambut bulan suci ramadan, salah satunya penduduk muslim asal Wamena memiliki tradisi membakar batu. Hal tersebut bukanlah tanpa arti, bagi mereka upacara bakar batu sebagai simbol orang gunung menyambut bulan suci ramadan.

Momen bakar batu itu juga menjadi tanda ajang silahturahmi untuk berkumpul bersama saudara dan kerabat, yang saling meminta maaf sebelum melaksanakan ibadah puasa. Selesai upacara bakar batu mereka tak lupa menunaikan ibadah shalat berjemaah.

Foto : Republika.co.id

Perlu diketahui bahwa bahan baku untuk upacara tersebut, selain batu dipersiapkan oleh kaum pria, perempuan mempersiapakan sayur mayur, jagung, pisang, ubi dan 30 ekor ayam potong, dan pada umumnya bahan-bahan berasal dari kebun serta sumbangan masyarakat.

Tahapan memasak ayam, bermula batu dipanaskan diatas perapian yang dibakar sampai panas membara. Kemudian batu dipindahkan kedalam lubang sedalam kurang lebih 50 cm yang telah dialasi daun pisang. Setelah batu masuk lalu ditumpuk dengan daun pisang dan diletakkan daging ayam di atasnya.

Foto : Makassar Terkini

Untuk matang bahan-bahan itu kurang lebih memakan waktu 1 jam, setelah ayam matang maka penduduk santap bersama.

Namun tradisi upacara bakar batu bukan saja umat muslim Papua yang melakukan, melainkan juga pada saat merayakan natal atau hari besar umat beragama lainnya.

Diolah dari berbagai sumber

Editor : DR