IBC, JAKARTA – Tiga organisasi yakni Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe), Yayasan Karya Enam-enam (YAKE) dan Mabes Laskar Merah Putih (LMP) gelar buka puasa bersama (bukber) berbarengan dengan ke-66 anak yatim binaan eSPeKaPe di Markas Angkatan 1966 di Jl. Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Jakarta Timur 13310, Selasa (28/5/2019).

Hadir sekitar 150 aktivis dan anak yatim dalam acara berjudul “Santunan dan Syukuran Ramadhan 1440 Hijriah” di pelataran Markas YAKE tersebut, yang berlangsung khidmat serta dalam suasana rajutan tali silaturahmi yang tak pernah akan terberai.

Dalam pengantarnya, Pendiri eSPeKaPe yang juga Ketua Umum Lintasan ’66, Teddy Syamsuri, sangat mengapresiasi atas kehadiran para aktivis dan anak-anak yatim binaan eSPeKaPe dalam acara bukber tersebut.

“Diantara kita bisa saja ada yang berbeda pilihan dalam Pilpres 2019 yang telah kita lakukan saat pencoblosan pada 15 April lalu. Namun perbedaan pilihan bukan berarti bisa merenggangkan persahabatan kita para aktivis Angkatan 1966, pensiunan Pertamina, dan pengurus pusat Laskar Merah Putih. Kita bisa berkumpul di Markas YAKE ini, adalah bentuk bahwa rajutan tali silaturahmi kita selama ini terbangun tidak akan pernah merenggang hanya karena beda pilihan dalam Pilpres 2019 tersebut. Disinilah kami merasa bersyukur, disinilah pula kita yang terdiri dari berbagai asalnya tapi tetap akur, guyub dan rukun selalu. Alhamdulillah,” ujar Teddy Syamsuri.

Ketua Umum eSPeKaPe yang juga Ketua Umum YAKE, Binsar Effendi Hutabarat, dengan semangat kebapakannya mengingatkan, jika kami-kami yang aktivis KAPPI Angkatan 1966 ini, mengakui bahwa salah satu calon presiden (capres) yang berkontestasi dalam Pilpres 2019 ini, ada seorang sahabat sesama aktivis KAPPI Angkatan 1966 yang nyapres. Namun memilih pemimpin setingkat presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, tentunya bukan dihadapkan oleh karena pertemanan, karena terkait untuk kepentingan bangsa dan negara lima tahun ke depan yang diharapkan bisa lebih baik, pilihan memang sebaiknya lahir dari hati nurani masing-masing,” ujar Binsar Effendi.

Disinilah mungkin bisa terjadi perbedaan pilihan antara para aktivis Angkatan 1966, khususnya sesama eksponen KAPPI. Sehingga hampir 8 bulan ini, diantara kita, ada saja yang enggak bisa ketemu di Markas YAKE ini hanya karena beda pilihan itu tadi.

“Sekarang pemilihan umum (pemilu) yang ternyata memperoleh partisipasi masyarakat pemilih lebih dari 81 persen yang tak pernah terjadi dalam event pemilu di era reformasi sebelumnya, patut bagi kami untuk mensyukuri. Adanya dikemudian gugatan perselisihan hasil pemilu (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK), itu sudah terbiasa seperti terjadi di Pilpres terdahulu, karena memang sesuai undang-undang dan dijamin oleh konstitusi negara,” lanjut Ketua Umum eSPeKaPe.

“Kami hanya berharap kerusuhan yang terjadi di beberapa titik di ibukota Jakarta pada 21 dan 23 Mei yang lalu, tak terjadi lagi ketika MK menggelar persidangan PHPU tersebut. Itu sebab bersama anak-anak yatim binaan eSPeKaPe, ditengah rasa syukur kita itu tadi, juga disertakan dengan membacakan do’a bersama untuk ketentraman, kerukunan, keamanan dan kedamaian kita sebagai suatu bangsa yang berBhinneka Tunggal Ika ini. Bangsa yang sedang berusaha secara bersama-sama mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur sesuai cita-cita kemerdekaan Indonesia saat diproklamasikan,” tandas Binsar Effendi penuh harap.

Ketua Umum Mabes LMP H. Adek Erfil Manurung dalam kata sambutannya terfokus hanya pada pentingnya kita untuk tetap menaruh perhatian dan kepedulian terhadap keberadaan anak-anak yatim. Dimaksud H. Adek, agar ditengah perjalanan hidup yang terkadang ada saja kekhilafan karena kepentingan pribadi terkadang harus diutamakan, bisa berbagi tali kasih dengan anak-anak yatim untuk bisa mengurangi kekhilafan yang insya Allah, kita ini bisa kembali kepada fitrahnya untuk menjadi insan yang baik, benar dan adil ke depannya, serta bisa berbagi kasih dengan anak-anak yatim.

“Insya Allah kelaziman senior kita aktivis Angkatan 1966 yang setiap tahun di bulan suci Ramadhan mengadakan santunan dengan anak-anak yatim, oleh kami yang generasi penerusnya, akan berusaha untuk diteruskan. Karena hal itu merupakan kelaziman yang mulai, yang juga bagian dari ibadah keimanan kita untuk memperhatikan anak-anak yatim tersebut,” beber Ketua Umum Mabes LMP.

Dalam acara santunan yang diberikan oleh Ketua Umum eSPeKaPe merangkap Ketua Umum YAKE kepada anak-anak yatim, didampingi oleh Sekretaris eSPeKaPe Yasri Pasha Hanafiah, pengurus YAKE Djafar Jacub dan Ismail, serta Ketua Umum Mabes LMP, yang dilanjutkan dengan pembacaan do’a.

Pembacaan do’a sendiri dipandu oleh Ustadz Abdul Rosyid, yang disertai kiriman do’a agar para aktivis dan anak-anak yatim agar tetap diberikan kekuatan lahir dan batin dalam perlindungan Allah SWT, Tuhan YME. Khusus buat para aktivis baik sesama aktivis KAPPI Angkatan 1966 maupun aktivis Mabes LMP, semoga disisa usianya masih bisa mengawal pembangunan bangsa dan negara Indonesia menuju Indonesia maju dengan semangat optimisme yang mudah-mudahan tak pernah surut.

Ustadz Abdul Rosyid juga tidak lupa menyelipkan kiriman do’a untuk kesehatan, keselamatan, kesuksesan tokoh Angkatan 1966 Cosmas Batubara, putra pendiri Pertamina Pontjo Sutowo, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar dan jajarannya, serta para sahabat lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu.

Setelah itu para aktivis berbuka puasa bersama, yang dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjamaah.

Penulis : Fitrah

Editor : Yes