IBC, TALAUD – Wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, diguncang gempa bumi tektonik Magnitudo (M) 6,3 Skala Richter, pada Jumat (31/5/2019).

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=6,3 terjadi dengan koordinat episenter pada 6,14 LU dan 126,53 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 238 km arah Baratlaut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara pada kedalaman 112 km.

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi berkedalaman menengah yang disebabkan oleh deformasi batuan akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina.

“Berdasarkan laporan masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Melonguane dan di Sangihe dengan intensitas II MMI,” tulis Kepala Stasiun Geofisika Manado, Abraham F. Mustamu, dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan BMKG.

Hingga pukul 19:45  WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” himbaunya

Diketahui, Gempa bumi 6,3 SR yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Talaud ini, terjadi pada pukul 18:12:33 Wita, dan getarannya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga kini belum ada informasi perihal dampak gempa terhadap masyarakat.

Editor : YES