IBC, TALAUD – Setelah selesai membangun jembatan darurat unik bernama “Mingko” di jalan rintisan Mingko yang berada di Desa Moronge Induk, Kecamatan Moronge, beberapa waktu yang lalu.

Kini giliran jalan produksi (japro) bernama ‘Attoaha’ yang digarap anggota Koramil 1312-02/Lirung di bawah Pimpinan Plh Danramil Lirung, Serka Will Briner Bee.

Serka Bee, mengajak seluruh anggota Koramil Lirung dibantu puluhan warga desa setempat untuk ikut melaksanakan karya bhakti pembuatan jalan produksi Attoaha yang berlokasi di Desa Salibabu Induk, Kecamatan Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (31/5/2019).

Untuk menyelesaikan jalan produksi tersebut, dibutuhkan waktu kurang lebih 6 jam, yang dikerjakan para Anggota TNI AD dan warga dari pukul 08.00 – 13.00 Wita.

Diketahui, jalan produksi Attoaha ini merupakan salah satu akses yang memiliki peranan penting dalam memperlancar aktifitas masyarakat di Desa Salibabu Induk khususnya dan Masyarakat Kecamatan Salibabu pada umumnya.

Bukan hanya memiliki nama yang unik, pembuatan jalan produksi ini ternyata memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan warga. Salah satunya untuk menopang pendistribusian hasil pertanian dan perkebunan warga di desa tersebut.

Sehingga, melalui karya bhakti yang dilakukan ini, jalan produksi Attoaha segera dapat digunakan masyarakat.

“Melalui karya bhakti bersama pihak TNI AD, dalam hal ini anggota Koramil 1312-02/Lirung. Kami masyarakat sangat berterimakasih. Jalan produksi ini kiranya dapat segera digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Kades Salibabu Induk, Haris Sadara.

Ditempat yang sama, Dandim 1312/Talaud, Letkol (Arm) Gregorius Eka Setiawan, melalui Plh Danramil 1312-02/Lirung, Serka Will Briner Bee mengatakan karya bhakti yang dilakukan merupakan bagian dari pembinaan teritorial (binter) dan wujud kemanunggalan TNI bersama rakyat.

“Koramil 1312-02/Lirung akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi setiap tantangan yang ada diwilayah Koramil Lirung. Karya Bhakti merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh aparat teritorial dan hal ini sudah menjadi suatu program kerja yang harus dilakukan oleh aparat kewilayahan dalam hal ini Koramil,” kata Bee.

Ditambahkan Bee, penggunaan nama unik jalan produksi Attoaha, diambil dari nama kebun yang ada diwilayah tersebut dan sudah ada sejak dahulu kala (sejak orang tua atau nenek moyang mereka – red) berada didesa tersebut.

“Attoaha diambil dari nama kebun yang ada di wilayah tersebut.” tambanya.

Dalam pembuatan jalan produksi ini, turut dihadiri Kepala Desa Salibabu Utara Andris Bawinto dan Sekretaris Desa Salibabu H. Laluhan.

Editor : YES