IBC, JAKARTA – Kanker darah adalah jenis penyakit kanker yang paling umum. Sebagian orang mungkin mengenal kanker darah sebagai leukimia, padahal leukimia hanya merupakan salah satu dari jenis kanker darah. Kenali jenis, gejala kanker darah, penyebab kanker darah, hingga pengobatannya melalui artikel ini!

Apa Itu Kanker Darah?

Dilansir dari laman American Society of Hematology, kanker darah adalah kanker yang memengaruhi produksi dan fungsi sel darah. Sebagain besar sel darah berawal dari sumsum tulang yang merupakan tempat diproduksinya darah.

Sel induk yang ada dalam sumsum tulang belakang akan menjadi dewasa dan berkembang menjadi tiga jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). Ketiga jenis sel darah ini memiliki fungsinya masing-masing.

Sebagian besar kanker darah menyebabkan perkembangan sel darah normal terganggu akibat dari pertumbuhan dari sel darah yang abnormal. Sel darah abnormal atau bisa juga disebut sebagai sel-sel kanker ini mencegah sel darah normal untuk menjalankan fungsinya seperti untuk melawan infeksi hingga mencegah pendarahan.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Bukan hanya leukimia, ada banyak jenis kanker darah.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak orang beranggapan bahwa leukimia adalah satu-satunya kanker darah, padahal masih terdapat dua jenis kanker darah lainnya. Secara umum, terdapat tiga jenis kanker darah yaitu:

1. Leukimia

Leukimia adalah jenis kanker darah yang paling umum ditemui. Leukimia ditemukan dalam darah dan sumsum tulang akibat dari produksi sel darah putih abnormal yang sangat cepat.

Sel darah putih abnormal yang berkembang tidak memiliki kemampuan untuk melawan infeksi dan justru mengganggu kemampuan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan sel darah merah dan trombosit.

Berdasarkan sifatnya leukimia dibagi menjadi akut dan kronis. Leukimoa akut berkembang cepat, sedangkan leukimoa kronis berkembang lebih lambat. Klasifikasi leukimia juga dibedakan berdasarkan jenis sel darah yang berkembang menjadi sel kanker, yaitu menjadi leukimia limfositik dan leukimia myelogenous.

Leukimia limfositik adalah petumbuhan abnormal pada sel sumsum yang menjadi limfosit, yang merupakan sel darah putih yang memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh. Sedangkan leukimia myelogenous merupakan pertumbuhan sel abnormal pada sel sumsum yang matang dan menjadi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Jika disimpulkan maka terdapat empat klasifikasi leukimia yaitu:

Leukimia limfositik akutLeukimia myelogenous akutLeukimia limfositik kronisLeukimia myelogenous kronis.

Jenis leukima yang paling umum terjadi pada anak-anak adalah leukimia limfosotik akut, baru kemudian leukima myelogenous akut. Sedangkan leukimia yang paling umum pada orang dewasa adalah leukimia myelogenous akut dan leukimia limfositik kronis. Meskipun begitu pada dasarnya setiap jenis leukimia bisa saja menyerang anak-anak maupun dewasa.

2. Limfoma

Limfoma disebut juga sebagai kanker sistem limfatik atau kanker getah bening.

Sistem limfatik terdiri dari kelenjar getah bening yang ada di leher, ketiak, dada, selangkangan, hingga perut. Sistem limfatik bekerja untuk menghasilkan sel-sel kekebalan tubuh dan menghilangkan kelebihan cairan dari tubuh.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya terdapat sel limfosit yang memiliki tugas untuk melawan infeksi, sel ini berada di kelerja getah bening. Limfosit abnormal atau limfoma yang berkembang akan berkumpul di kelanjar getah bening dan akan merusak sistem kekebalan tubuh seiring dengan berjalannya waktu.

Limfosit terdiri dari dua jenis yaitu:

Limfoma Hodgkin, limfoma terbentuk dari limfosit tipe sel B.Limfoma non-Hodgkin, limfoma terbentuk dari limfosit sel B atau sel T.

3. Myeloma

Jenis kanker darah yang ketiga adalah myeloma yang merupakan kanker sel plasma darah.

Plasma darah adalah komponen darah berbentuk cairan yang menjadi medium sel-sel darah. Sel plasma darah seharusnya menghasilkan antibodi untuk menangkal penyakit dan infeksi dalam tubuh.

Sel plasma ganas atau myeloma mencegah produksi antibodi normal sehingga sistem kekebalan tubuh melemah dan tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Perkembangan myeloma juga mengganggu produksi sel darah merah dan putih normal serta mengganggu fungsinya.

Sel myeloma diproduksi dalam sumsum tulang. Sel ini dapat megalir melalui aliran darah dan menyerang bagain tulang lain di tubuh. Jika kemunculan myeloma ada pada beberapa tempat sumsum tulang, maka disebut dengan multiple myeloma.

Gejala Kanker Darah

Setiap jenis kanker darah yang berbeda kemungkinan akan menunjukkan ciri dan gejala kanker darah yang juga berbeda.

1. Gejala kanker darah leukimia

Gejala kanker darah leukimia bisa berbeda berdasarkan klasifikasinya dan stadiumnya. Ini beberapa gejala dan ciri-ciri kanker darah leukimia yang paling umum:

Demam, menggigil, berkeringat di malam hari, dan gejala flu lainnya.Sakit kepalaLemah dan kelelahanGusi bengkak atau berdarahPembengkakan hati atau limpaPembengkakaan amandelNyeri tulangKulit pucatMuncul bercak merah pada kulitPenurunan berat badan

Jika mengalami gejala kanker darah leukimia seperti yang disebutkan di atas, jangan panik dan tetap tenang. Dibutuhkan pemeriksaan untuk memastikan apakah gejala tersebut benar merupakan kanker darah.

2. Gejala kanker darah limfoma

Gejala kanker darah limfoma dipengaruhi oleh jenis dan stadium kanker darah. Berikut adalah beberapa gejala dan ciri-ciri kanker darah limfoma yang umum:

Pembengkakan kelanjar getah bening pada leher, ketiak, atau selangkangan. Ditandai dengan adanya benjolan yang terasa nyeri. Demam Lemah dan kelelahan Berkeringat, terutama di malam hariRuam pada lipatan kulit Gatal di kulit Sakit dada dan kesulitan bernapasPenurunan berat badan tanpa sebabNafsu makan menurunNyeri tulang

Beberapa gejala kanker darah limfoma memang tidak berbeda jauh dengan kanker darah leukimia. Jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan panik dan sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab kanker darah.

3. Gejala kanker darah myeloma

Gejala dan ciri-ciri kanker darah myeoloma adalah seperti berikut ini:

Kelebihan kalsium dalam darah atau hiperkalsemiaAnemiaKerusakan ginjalGangguan tulang seperti osteoporosis, nyeri tulang, pembengkakan tulang, hingga patah tulangKadar prorein dalam darah dan / atau urin tinggiPenurunan berat badanTubuh rentan terkena infeksi.

Daftar gejala kanker di atas bukan merupakan daftar lengkap. Gejala yang dirasakan juga bisa disebabkan oleh sebab lain selan kanker. Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebab kanker darah dan mendapatkan penanganan yang lebih tepat.

Penyebab Kanker Darah

Penyebab kanker darah secara umum adalah pertumbuhan sel darah abnormal yang tidak bisa dikendalikan sehingga menggangu fungsi dari sel darah normal.

Pada sebagian kasus kanker darah, penyebab kanker darah tidak diketahui secara spesifik. Meskipun penyebab kanker darah tidak diketahui dengan jelas, terdapat beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gejala kanker darah.

Faktor risiko tersebut antara lain seperti faktor genetik, paparan radiasi, paparan bahan kimia, virus, efek samping kemoterapi, sindrom Myelodysplastic, dan karena adanya kelainan darah.

Faktor risiko kanker darah

Faktor risiko kanker darah juga bisa dibedakan berdasarkan jenis kanker darahnya. Berikut adalah faktor risiko kanker darah leukimia, limfoma, dan myeloma:

1. Faktor risiko leukimia

Faktor risiko kanker darah leukimia adalah:

Paparan radiasi tingkat tinggi Paparan bahan kimia secara berulangKemoterapiDown syndromeRiwayat leukimia dalam keluarga.

2. Faktor risiko limfoma

Beberapa faktor yang meningkatkan seseorang terkena limfoma adalah :

Lanjut usia Berjenis kelamin pria Memiliki riwayat penyakit autoimun Mengidap HIV/AIDS Diet tinggi lemak dan daging Terpapar pestisida tertentu

3. Faktor risiko myeloma

Faktor risiko kanker darah myeloma adalah :

Usia di atas 50 tahun Berjenis kelamin laki-laki Mengidap penyakit Gaucher Memiliki riwayat keluarga pasien myeloma (orang tua, anak, atau saudara kandung) Orang keturunan Afrika-Amerika Obesitas Terpapar radiasi Bekerja di industri yang berkaitan dengan minyak bumi.

Faktor risiko bukan merupakan penyebab kanker darah, tapi hanya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang dapat terserang oleh penyakit tersebut. Tidak perlu merasa panik atau khawatir jika memiliki salah satu atau lebih faktor risiko yang disebutkan di atas.

Individu yang berisiko terkena kanker darah sebaiknya menghindari faktor pemicu dan menerapkan pola hidup sehat untuk menunrunkan risiko terkena kanker darah. Memeriksakan kesehatan secara rutin juga menjadi hal yang penting dilakukan untuk memastikan Anda aman dari penyakit tersebut.

Diagnosis Kanker Darah

Jika seseorang diduga terkena kanker darah, maka akan dilakukan serangkaian pemeriksaan kanker sebelum dilakukan diagnosis.

Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui jenis kanker darah yang diderita. Mengenali jenis dan gejala kanker darah sangat penting, agar perawatan yang diberikan juga tepat.

Sumber : doktersehat.com