Menjadi Referensi Mendunia

Tak Selaras, Otoritas Palestina Larang Hizbut Tahrir Rayakan Idul Fitri

IBC, JAKARTA – Dilansir dari GKRDc.com, Rabu (5/6/2019), bahwa pasukan otoritas Palestina (PA) melarang anggota dan pendukung Hizbut Tahrir untuk mengadakan sholat Idul Fitri di sebuah Masjid di Hebron, kata seorang pejabat senior PA.

Kelompok Hizbut Tahrir, yang mendukung pembentukan kekhalifahan menyatakan, pada hari Senin bahwa Idul Fitri akan dimulai pada malam itu. Hal itu bertentangan dengan Mohammed Hussein, Mufti besar Yarusalem yang mengumumkan bahwa perayaan Idul Fitri akan dimulai Selasa malam.

“Pendukung dan anggota Hizbut Tahrir mencoba melakukan shalat di Masjid Al-Abrar di Hebron, tetapi pasukan keamanan kami menghentikan mereka dari tindakan tersebut,” kata pejabat senior yang bekerja di markas PA di Hebron waktu setempat ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, sementara mereka dapat melakukan apa yang mereka inginkan di rumah mereka, mereka tidak memiliki hak untuk menggunakan Masjid untuk memberontak terhadap oposisi resmi Palestina ketika Idul Fitri dimulai.

Menurut tradisi Islam sambungnya, Idul Fitri dimulai ketika ada penampakan bulan baru setelah Ramadan. Meski begitu, Hizbut Tahrir bukanlah satu-satunya pihak yang mengumumkan dimulainya Idul Fitri pada hari Senin. Para ulama di Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar juga mengumumkan pada hari yang sama.

Di tempat yang berbeda, Baher Saleh, seorang pejabat kantor Hizbut Tahrir, menolak mengomentari insiden Selasa itu dalam wawancara dengan Times of Israel. Menurutnya, pihaknya tidak akan berkomunikasi dengan media massa Israel. Meski begitu kepada Reuters, Saleh mengungkapkan bahwa PA menangkap 13 orang di sekitar masjid.

Bahkan salah satu seorang aktivis yang berbasis di Hebron mengatakan, ia mengecam atas tindakan pihak keamanan PA yang tidak dapat diterima, “bagaimanapun juga tindakan pasukan PA tidak dapat diterima. Masjid adalah tempat spiritual dan tidak pantas bagi mereka untuk menggunakan kekuatan,” ujarnya melalui penggilan telepon kepada Times of Israel.

Sementara itu, pejabat di Hebron menuduh Hizbut Tahrir berusaha merusak Otoritas Palestina dengan mengumumkan perayaan Idul Fitri dimulai pada hari Senin malam. “Apa yang mereka lakukan adalah langkah politik, mereka melakukan itu untuk merusak kedaulatan PA yang merupakan sesuatu yang tidak bisa kita tolerir,” tegasnya.

Jihab Harb, seorang peneliti di Ramallah mengatakan, PA memang terkadang menindak kegiatan-kegiatan Hizbut Tahrir, “ada saatnya dimana PA tidak mengizinkan HT mengadakan pertemuan publik, namun ada juga PA mengizinkan HT mengadakan kegiatan,” tuturnya.

Harb juga menambahkan, bahwa HT tidak memiliki banyak anggota dibandingkan kelompok-kelompok lainnya di Palestina, seperti Fatah. “Sebagaian besar anggota mereka tingga di Hebron dan Yarusalem, sekitar 5000 sampai 7000 warta Pelestina secara aktif mendukung kelompok ini,” pungkasnya.

Penulis : FA

Editor : MAS

Komentar
Loading...