Menjadi Referensi Mendunia

Telaga Baru Punya Nilai Historis, dan Sangat Berpotensi Dijadikan Obyek Wisata

IBC, MERANTI – Terkait upaya peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengembangan obyek wisata, Kepala Desa bersama tokoh masyarakat Desa Telaga Baru Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, semakin mematangkan progres wacana pembangunan obyek wisata Manggrove tersebut.

Langkah awal dalam pembangunan obyek wisata satu persatu sudah dan sedang dilakukan. Selain 3 A, (Akses, Aminitas, dan Atraksi) yang menjadi sarat utama pembangunan obyek wisata, beberapa karakteristik khusus dan berpotensi untuk menjadi daerah tujuan wisata juga sudah di lakukan.

Seperti yang disampaikan Kepala Desa Telaga Baru Rozali bahwa upaya pembangunan desa wisata di desa tersebut sudah melalui pemetaan dan identifikasi potensi wisata. Yakni sebuah langkah untuk mengenali dan mengidentifikasi potensi wisata di suatu desa. Potensi tersebut bisa berupa potensi alam, kuliner maupun seni kebudayaan dan nilai historis sebuah lokasi yang diwacanakan.

“Tahap awal sudah kami lakukan dalam pemetaan dan identifikasi potensi wisata yang ada di lokasi tersebut, dan kami mendapati semua jenis tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan Manggrove ada di sana, yaitu , Avicennia (Api-Api), Acrostichum aureum (Paku Laut), Acanthus (Jeruju) dan Rhizophora (Bakau). Potensi wisata lain yang ada di lokasi tersebut adalah bekas Saw Mill jepang yang beroperasi di masa penjajahan”. ujarnya kepada Media Indonesia Berita, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, Rozali melihat dari sektor kepariwisataan yang semakin hari semakin dibutuhan masyarakat, meskipun hanya dengan fasilitas yang kurang mendukung baik itu yang berada di desa maupun di kecamatan. Hal ini perlu adanya dukungan dari pihak terkait untuk menyokseskan pembangunannya.

“Oleh karna itu kami dari pemerintah desa, setelah kami telusuri sesuai dengan kondisi yang ada, maka Desa kami sangat sesuai untuk di jadikan destinasi wisata. Kalau tadinya di pinggiran pesisir pantai kita hanya akan melihat keindahan hutan bakau, nantinya akan menjadi keindahan panorama yang didukung dengan tempat-tempat persinggahan dan peristirahatn yang didalamnya juga akan di bangun miniatur pabrik pengolahan kayu zaman jepang (Sawmill/Somen) tentu akan menarik minat pengunjung. Hal ini jelas dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi waga desa kami”. ungkapnya.

Hal senada juga ditegaskan oleh putra daerah yang saat ini berada di ibu kota dan provinsi, salah satunya Ketua IKMJ (Ikatan Keluarga Meranti Jakarta). Hardi Hamzah pengusaha asal desa yang sangat agresif untuk membangun kampung halaman dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Kenapa saya agresif dalam hal ini, karena daerah itu tempat bermain kami dulu, jadi saya tau persis kondisi lapangan daerah kita. Dan saya juga tau persis kemana hasil dari market kerjaan kita nanti. Saya juga tau persis karakter orang kampung kita, mereka pasti sangat mendukung.” ujar Hardi

Selanjutnya Hardi menambahkan kita sebagai putra daerah sangat mendukung kegiatan tersebut, dan siap sebagai pengerak pertumbuhan ekonomi dan perencanaan yang akan membantu menciptakan lapangan kerja.

“Saya yakin kalau lapangan kerja sudah tercipta, dengan sendirinya ekonomi masarakat akan terangkat. Kalau ekonomi sudah baik apalagi yang punya potensi investor juga akan masuk sudah pasti angka pengangguran akan terkurangi. Kalau Desa sudah produktif, boleh nanti kita usulkan pembangunan-pembangunan lainnya, bahkan hingga ke pembangunan bandara”. tambah Hardi lagi.

Penulis : Noeradi

Editor : YES

Komentar
Loading...