IBC, MEDAN – Kebutuhan masyarakat Belawan Sicanang soal tanah timbun dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahan Crude Palm Oil (CPO) yang berada di Belawan dengan menjual limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang menyerupai tanah.

Limbah B3 tersebut dijual dengan harga jauh di bawah harga tanah timbun biasanya, serta membuat perusahan CPO tersebut bebas membuang dan menebar limbah B3 kemana-mana.

Salah satu supir truk bernama Tampubolon yang membawa limbah B3 tersebut mengatakan bahwa limbah yang mereka bawa itu berasal dari salah satu perusahaan CPO yang berada di Belawan, dan di jual sekitaran 250 ribu hingga 400 ribu,

“Limbah ini berasal dari salah satu perusahaan CPO di Belawan.” katanya, Sabtu (15/6/2019).

Saat ditanya Indonesia Berita terkait surat jalan, mereka tidak dapat menunjukan.

Padahal Pembuang limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dapat dijerat pidana dengan sanksi denda mencapai Rp 3 miliar.

Sementara itu, produsen limbah B3 yang tidak mengolah limbahnya kembali dapat didenda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 3 miliar.