IBc, PARIS – Dalam kesempatan acara International Paris Air Show (SIAE), di Paris Perancis, Senin (17/6/2019), CEO Boeing Dennis Muilenburg mengatakan dihadapan para pelanggan bahwa pihaknya mengakui adanya kesalahan. Pasalnya pesawat Boeing 737 Max yang menyebabkan kecalakan di Indonesia dan Ethiopia membuat pesawat jenis tersebut dilarang terbang.

“Penting acara ini, untuk berbicara dihadapan para pelanggan dan pihak lain dalam industri tersebut,” ujarnya di Paris waktu setempat.

Sebelumnya diketahui bahwa Administrasi Penerbangan Federal Amerika (FAA) menilai Boeing bersalah karena selama lebih satu tahun tidak memberitahukan regulator bahwa indikator keamanan di kokpit pesawat jenis max itu tidak berfungsi.

“Para pilot marah karena perusahaan tidak memberitahukan mereka tentang piranti baru yang telah menyebabkan kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia, kami jelas melakukan kesalahan dalam menerapkan peringatan itu,” ungkap Muilenburg.

Selain itu ia juga menyampaikan sedang fokus membangun kembali kepercayaan publik, dan dia menyadari bahwa dalam acara tersebut pesanan akan sangat terbatas.

Harapannya Boeing 737 Max akan diijinkan kembali tahun ini, seperti diketahui bahwa adanya larangan oleh penerbangan dunia terhadap pesawat jenis tersebut.

Penulis : FA

Editor : MAS